28 June 2021, 18:55 WIB

Satgas Segera Pastikan Ketersediaan Vaksin untuk Anak


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

KETUA Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa pihaknya segera memastikan vaksinasi untuk anak-anak sejalan dengan ketersediaan vaksin.

"Pasti akan dilakukan vaksinasi segera sejalan dengan ketersediaan vaksinnya yang terus dikejar," kata Prof Wiku kepada Media Indonesia, Senin (28/6).

Berdasarkan data per 23 Juni 2021, sebaran kasus positif dari usia anak 0-18 tahun menyumbang 12,60% dari total kasus yang ada. Lanjut Prof Wiku, walaupun tidak terlalu besar dibanding proporsi kasus dari golongan usia lain namu hal ini menjadi catatan penting untuk pemerintah.

"Faktor yang menyebabkan peningkatan tren kasus akhir-akhir beragam salah satunya ialah protokol kesehatan yang mulai melemah di beberapa sektor yang umunya sudah sempat direlaksasi," sebutnya.

Oleh karenanya, Prof Wiku menegaskan pemerintah kembali mengencangkan kebijakan operasional sektor sosial kemasyarakatan dengan mengeluarkan Inmendagri No.14 Tahun 2021.

Selain itu, khusus untuk kasus positif pada anak-anak, agenda vaksinasi untuk usia muda (12-17 tahun) pun sudah direkomendasikan oleh Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin Covid-19. Namun untuk bisa dilakukan harus menunggu EUA untuk diterbitkan.

"Mohon menunggu informasi lanjutannya," pungkasnya.

Baca juga: Jokowi: Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Bisa Segera Dimulai

Seiring dengan terbitnya izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) untuk vaksin Sinovac bagi kelompok usia tersebut. Presiden Jokowi meminta agar vaksinasi segera dilakukan.

“Kita juga bersyukur BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization) untuk vaksin Sinovac yang dinyatakan aman digunakan anak usia 12-17 tahun, sehingga vaksinasi untuk anak-anak usia tersebut bisa segera dimulai,” ujar Presiden RI Jokowi dalam pernyataannya, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/6).

Kepala Negara mengungkapkan, program vaksinasi Covid-19 nasional sendiri telah mencapai angka 1,3 juta suntikan per hari pada Sabtu (26/6) lalu. Capaian ini lebih cepat dari target yang ditetapkan sebelumnya oleh pemerintah, yakni satu juta suntikan per hari mulai Juli.

“Hal ini tercapai berkat kerja keras, berkat gotong royong semua pihak, terutama Kementerian Kesehatan, TNI-Polri, pemerintah daerah, BUMN, dan pihak swasta yang turut membantu, serta masyarakat yang bersedia divaksin,” ujarnya.

Meskipun capaian satu juta vaksinasi per hari telah tercapai, Presiden meminta agar semua pihak tetap bekerja keras sehingga angka satu juta suntikan vaksin per hari dapat terus dilakukan dan bahkan dilipatgandakan.

“Saya mengingatkan bahwa seluruh pihak tetap harus bekerja keras agar target satu juta per hari vaksinasi terjaga sampai akhir Juli dan dapat kita tingkatkan dua kali lipat pada Agustus 2021, yaitu mencapai dua juta dosis per hari,” tegasnya.

Seiring dengan vaksinasi yang terus digencarkan oleh pemerintah, Presiden kembali mengingatkan bahwa penyebaran Covid-19 hanya dapat ditekan melalui upaya bersama. Untuk itu, ia kembali meminta agar masyarakat terus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Saya mohon kepada Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara, kita semua, untuk tidak ragu divaksinasi dan tetap berdisiplin menjalankan protokol kesehatan (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan). Dan, sekali lagi saya ingatkan, tinggallah di rumah selama tidak ada kebutuhan yang mendesak,” pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT