26 June 2021, 11:35 WIB

Komit Menyuarakan Perbedaan dan Inklusivitas


Mediaindonesia.com |

TUHAN menciptakan mahkluknya dalam bentuk yang berbeda-beda. Karena itu perbedaan itu tidak harus dipertentangkan apalagi jadi masalah. Persoalannya adalah tindakan diskriminasi dan rasialis itu kerap masih kita jumpai. Untuk itu Foreo meluncurkan kampanye bertajuk 'Be YOUnique', yang memberikan semua orang kesempatan dalam memilih wajah yang dapat merepresentasikan kecantikan. Melalui kampanye ini tidak hanya mendefinisikan ulang kecantikan, tapi juga ikut mengubah stigma yang ada.

“Manusia terus berevolusi, namun industri kecantikan sedikit terlambat dalam mengikuti perubahan yang ada. Kami selalu melihat kecantikan yang ideal sebagai kulit yang sehat dan merasa nyaman dengan diri sendiri, tapi sekarang kami ingin melangkah lebih jauh lagi. Bagi kami, menjadi YOUnique lebih dari sebuah kampanye, ini merupakan gerakan yang dimulai secara organik di komunitas global, dan kami menginginkan keseluruhan industri kecantikan untuk berkembang mengikuti tujuan ini. Sebuah bisnis yang bukan mengenai keuntungan, tetapi mengenai orang-orang yang nyata, menargetkan isu nyata dan membuat banyak orang merasa nyaman dengan kulit mereka sendiri,” tegas Foreo CEO, Boris Trupcevic.

Baca juga: Serikat Pemain Prancis Tuding Klub Bersikap Diskriminatif

Dengan tingkat globalisasi dan digitalisasi yang semakin tinggi, masyarakat dibanjiri dengan banyaknya informasi. Dalam melakukan pengolahan informasi, masyarakat modern terkesan lebih visual. Banyak media yang memamerkan visual dari selebriti cantik dan berbadan ramping, hal ini membuat kita mempertanyakan bentuk dari  kecantikan ideal yang sebenarnya.

Hasil riset menyatakan bahwa penyandang disabilitas kurang mendapatkan representasi dalam iklan online dengan hanya memiliki 1.1%. Data juga memperlihatkan bahwa mayoritas masyarakat (54%) merasa kurang mendapatkan representasi secara kultur dan budaya melalui iklan online, diikuti dengan 71% yang mengharapkan brand dapat ikut menyuarakan perbedaan dan inklusivitas.

“Menariknya, kita cepat menyalahkan media atas kekurangan dan kekeliruan representasi dari grup sosial tertentu, padahal semua memiliki peran dan tanggung jawab akan hal ini. Sebagai brand, kami yang memberikan informasi kepada media, dan ini yang menjadi akar permasalahan yang harus diubah,” jelas Trupcevic.

Melalui video kampanyenya, Foreo memmberikan penghormatan bagi Wes Anderson yang sudah menghancurkan stigma dan stereotip melalui karya visual. Mereka ingin membuat semua orang yang cantik dan YOUnique merasa diterima dan dilihat, salah satunya melalui eksperimen media sosial dengan mengundang orang-orang untuk memberikan nama YOUnique pahlawan mereka.

“Foreo merupakan brand disruptor yang menciptakan pasarnya sendiri, kami tidak terkejut jika mendapatkan perhatian dari masyarakat. Sebagai brand visioner yang berbeda dari  lainnya, kami melakukan hal nya sendiri dan tidak mengikuti arus. Ribuan nominasi yang masuk serta spotlight di setiap individu yang telah membuat perubahan merupakan momen emosional yang membuat kita tersadar bahwa cerita ini jauh dari kata selesai, Anda harus bersiap untuk sekuel selanjutnya yang lebih besar,” lanjut Trupcevic.

Dengan determinasi dalam menjalankan misinya untuk menciptakan 'heaven for everyone, beauty tech asal Swedia itu tidak mementingkan umur atau warna kulit. Semua jenis tipe kulit membutuhkan perawatan spesial. Hal yang penting adalah mengkombinasikan teknologi terbaik dan inovasi terbaru untuk memberikan layanan khusus dan premium yang dapat terlihat dari hasil kulit yang bercahaya.

Salah satu alat andalannya adalah Luna 3, yang merupakan sikat pembersih silikon paling lembut dan bersih di dunia. Luna menempatkan Foreo pada pasar global sebagai alat perawatan kulit dan memulai perjalanannya lebih jauh. Diikuti dengan UFO 2 yang mengubah permainan pada industri kecantikan dengan menghadirkan supercharged facial.

Menurut Trupcevic, Foreo sangat mementingkan konsumen, setiap produk  dikembangkan sebagai hasil respon dari kebutuhan. Untuk itu merek berharap  kesadaran dan pola pikir global dapat berevolusi serta mengikuti perkembangan dari pandangan visioner dan kemajuan teknologi.

“Kami selalu menjadi brand yang menghargai individualitas. Apa yang kami lakukan hari ini akan membentuk generasi selanjutnya dan kita harus sadar mengenai pesan apa yang ingin kita sampaikan. Ini bukan mengenai sebuah brand atau sebuah produk, kami ingin membuat inklusivitas sebagai brand dan membuat industri kecantikan tanpa memiliki pilihan lain mengikutinya agar tetap terus bersaing,” ucap Trupcevic. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT