25 June 2021, 09:53 WIB

Moeldoko Sebut Kartu Prakerja Jadi Harapan Pekerja Migran Indonesia


Theofilus Ifan Sucipto | Humaniora

KARTU prakerja disebut membawa harapan bagi pekerja migran Indonesia (PMI). Program itu membuka kesempatan bagi PMI mendapat pekerjaan.

"Program ini memberi peluang kerja bagi calon dan mantan PMI," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam keterangan tertulis, Jumat (25/6).

Moeldoko menyebut perluasan akses berdasarkan hasil evaluasi III Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 15 November hingga 15 Desember 2020. Kala itu, jumlah penerima Kartu Prakerja mencapai 3,38 juta orang.

Baca juga: Pengelolaan Anggaran Pendidikan Harus Diubah

Dari jumlah itu, sebanyak 337.154 orang atau 6,12% merupakan calon PMI. Sementara ada 120.648 orang atau 2,19% dimanfaatkan mantan PMI.

Menurut Moeldoko, catatan itu tidak lepas dari kolaborasi pengelola Kartu Prakerja dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Mereka mendampingi mantan PMI mulai dari pendaftaran, pelatihan, hingga masuk learning management system dengan 92 layanan.

"Terdiri dari target Juni 2021 sebanyak 23 layanan dan Juli 2021 sebanyak 69 layanan," ujar dia.

Moeldoko mengatakan ada potensi peralihan PMI dari unskilled labor ke skilled labor. Pasalnya, seperlima calon PMI berpendidikan sarjana.

"Tapi perlu kerja sama lebih lanjut antara BP2MI, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kartu Prakerja untuk pertanggungjawabannya," papar Moeldoko. (OL-1)

BERITA TERKAIT