17 June 2021, 08:05 WIB

Varian Delta Perburuk Kekebalan Tubuh Kaum Lansia dan Mereinfeksi Penyintas


Zubaedah Hanum |

HASIL penelitian Whole Genome Sequencing (WGS) sampel virus pasien asal Kudus, Jawa Tengah, yang dirujuk dari Balitbang Kemenkes ke Universitas Gadjah Mada (UGM) telah dirilis pada Senin, 14 Juni 2021 lalu. Dalam penelitian tersebut ditemukan 28 dari 34 atau sekitar 82% merupakan varian Delta (B.1.617).

Dokter Gunadi PhD, SpBA, Ketua Tim Peneliti WGS SARS-CoV-2, FK-KMK UGM, menyatakan, temuan itu memperkuat hipotesis para ilmuwan.

"Bahwa varian Delta sudah bertransmisi secara lokal di daerah Kudus karena masif. Bukan tidak mungkin transmisi lokal varian Delta sudah terjadi di daerah lain di Indonesia, hanya kita belum mendeteksi saja," tuturnya dikutip dari laman Kementerian Kesehatan.

Merujuk penelitian terbaru dari The Lancet, Gunadi membeberkan bahwa varian Delta berhubungan dengan usia pasien. Semakin tua pasien covid-19 maka varian Delta ini akan memperburuk kekebalan tubuh pasien tersebut.

Lebih buruk lagi, masih dari The Lancet, diketahui varian Delta ini bisa menginfeksi kembali pasien covid-19 dan makin melemahkan kekebalan tubuh pasien. Padahal seharusnya apabila sudah terinfeksi covid-19, pasien bisa mendapatkan antibodi secara alami.

Nyatanya, sahut Gunadi, varian Delta ini bisa menurunkan kekebalan tubuh seseorang dengan usia yang lebih tua meskipun sudah divaksinasi dua dosis.

“Dalam hal ini bisa dikatakan pemerintah sudah tepat menyasar target vaksinasi bagi golongan lanjut usia karena mereka kelompok yang rentan apabila tertular covid-19 apalagi varian Delta,” lanjut Gunadi. (H-2)

 

BERITA TERKAIT