11 June 2021, 16:50 WIB

Penting, Memastikan Keamanan Pangan Bagi Konsumen


Mediaindonesia.com | Humaniora

OTORITAS Keamanan Pangan Eropa dan belasan tim peneliti internasional mengaku masih menemukan adanya fasilitas kandang ayam petelur baterai. Padahal konsep kandang itu memiliki risiko kontaminasi salmonella hingga 33 kali lebih besar.

Hal itu diungkapkan campaign manager Equitas, organisasi perlindungan konsumen internasional dan kesejahteraan hewan, Bonnie Tang. Menurut dia, di Indonesia sebenarnya sudah ada lebih dari 50 merek makanan besar telah berkomitmen untuk hanya menggunakan telur yang berasal dari ayam tanpa kandang. Hal itu jauh lebih aman untuk konsumen dan lebih manusiawi untuk hewan.

Baca juga: Perpendek Rantai, PMT Kementan Serap Telur dari Peternak Blitar

Di seluruh Asia, kata dia, semakin banyak ritel internasional yang telah membuat janji yang sama. Sayangnya, masih ada saja pemasok telur utama yang mengirim telur ke Indonesia dengan mengabaikan hal tersebut.

“Mereka terus mengabaikan pelanggaran-pelanggaran hukum, risiko-risiko keamanan pangan, dan kekejaman terhadap hewan pada jaringan pemasok telurnya”, ujar Bonnie Tang.

“Perusahaan tersebut seakan berpikir bahwa konsumen di Indonesia tidak layak memperoleh keamanan dan kualitas pangan yang sama dengan para pelanggan di Eropa dan Amerika. Kami mengimbau siapapun untuk mengakhiri penjualan telur berkandang di Indonesia,” ujarnya. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT