10 June 2021, 13:58 WIB

UniSadhuGuna Persiapkan Para Siswa Masuk Industri Kreatif


Mediaindonesia.com | Humaniora

KARYA inovasi dan kreativitas anak bangsa dengan kualitas internasional merupakan salah satu kekuatan perekonomian Indonesia. Untuk mendapatkan hasil tersebut diperlukan pula pendidikan yang mumpuni, beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan dunia, menciptakan generasi muda kreatif, inovatif, cerdas teknologi dan akademik, serta andal.

Saat ini, industri kreatif juga semakin diramaikan dengan karya-karya brilian anak bangsa yang digelar melalui beragam kegiatan kolaborasi bisnis kekinian. Pembatasan aktivitas selama pandemi justru menciptakan beragam kreativitas yang bermanfaat, terlebih lagi dengan keseharian mereka yang terus terkoneksi dengan internet, sehingga dapat mengolah informasi menjadi sebuah kreativitas.

UniSadhuGuna (USG) selaku institusi pendidikan internasional di Indonesia terus melakukan terobosan dan berinovasi dalam memberikan pendidikan berkualitas global kepada generasi muda di Indonesia. Kali ini, USG melalui unit programnya yaitu UniSadhuGuna International College (UIC) kembali menyelenggarakan pameran kreatif para siswa UIC dengan tema Creativity in a Hearbeat. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin menyampaikan apreasiasi kepada USG yang secara kontinyu melakukan kegiatan di kondisi pandemi dan mengajak semua untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan guna mendukung sektor pariwisata ekonomi kreatif terus berkembang.

Menurut Sandi, pada 2021, sekitar 20% APBN atau Rp549 triliun dialokasikan oleh pemerintah kepada sektor pendidikan. Hal ini menunjukan bahwa pendidikan menjadi prioritas pembangunan bangsa. "Kualitas SDM tentu kunci agar kita dapat bersaing di mata dunia. Untuk meningkatkan kualitas SDM salah satunya dilakukan dengan memberikan akses mengenyam pendidikan yang tuntas dan berkualitas," ulasnya.

Pendidikan merupakan investasi, imbuh Sandi, bukan biaya. Pendidikan merupakan juga prestasi, investasi individu dan masyarakat bagi bangsa. Ini karena buah dari pendidikan akan sangat bermanfaat bagi kemajuan suatu bangsa 20 sampai 50 tahun ke depan. Individu-individu yang banyak berlatih dan belajar akan memiliki peluang lebih besar dalam dunia pekerjaan maupun tumbuh sebagai pengusaha andal dan berperan besar dalam proses penciptaan lapangan kerja.
 
Terkait dengan pariwisata dan ekonomi kreatif, Sandiaga menginformasi tantangan besar yang dihadapi terutama di tengah pandemi dan terpuruknya ekonomi serta kehadiran revolusi industri 4.0 seperti internet of things, big data, artificial intelligence, machine learning, dan robotics. Kita melihat bahwa kini teknologi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam sendi-sendi kehidupan termasuk dalam tourism dan creative economy.

"Di tengah pandemi 2 juta lebih para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif kehilangan mata pencarian tapi kita harus gunakan kesempatan ini untuk shift and transform agar masyarakat Indonesia masuk digital economy dan perkembangan kemajuan teknologi. Perlu terobosan-terobosan baru untuk mempercepat kembangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar memiliki quality and sustainability," kata Sandiaga.

Lebih jauh Sandi menjelaskan ekonomi kreatif Indonesia merupakan negara ketiga dunia yang memberikan kontribusi sangat besar kepada PDB negara sekitar Rp1.100 triliun. Negara pertama ialah Amerika dengan Hollywood disusul Korea dengan K Pop. Dengan pendekatan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi Sandi yakin kita dapat menggunakan big data sehingga pariwisata dan ekonomi kreatif akan tumbuh lebih terukur, lebih sistematis, dan memiliki peluang untuk tumbuh secara massif.

"Saya fokus bahwa pariwisata dan ekonomi akan menjadi lokomotif untuk pemulihan ekonomi kita. Semakin banyak sumber daya manusia yang berkualitas yang dihasilkan oleh USG, semakin kompeten bangsa ini serta semakin maju dan berhasil. Kuncinya tentu ada di pendidikan. Bangkitlah, optimislah, dan terus pupuk harapan bahwa badai akan segera berlalu. Tingkatkan kualitas pendidikan, perkuat kolaborasi agar kita mampu bangkit di saat sulit, menang melawan covid-19. Together we can do it," tandasnya.

Pada kesempatan kali ini para siswa UIC yang berasal dari empat kampus yaitu BSD, Pondok Indah, Kelapa Gading, dan Pantai Indah Kapuk, melakukan presentasi terakhir dan pameran dari berbagai program Business, Design, Music & Sound Design, serta Fashion Design kepada para pakar industri kreatif. "Acara ini merupakan ajang untuk mempersiapkan siswa agar siap terjun di industri. Mereka akan langsung mendapatkan pengalaman untuk melakukan presentasi dan showcase profesional kepada para pakar industri," tutur Adhirama Gumay selaku Presiden Direktur PT UniSadhuGuna.

 

Penyelenggaraan ajang kreatif itu menampilkan karya-karya modern, dinamis, inovatif dari para siswa USG sebagai generasi muda yang yang telah melakukan eksplorasi minat dan potensi diri sebagai cikal bakal dalam pengembangan manusia yang berkualitas dan berbudi luhur sebagaimana core value dari USG yaitu menjadi Noble Scholar. "USG menempatkan diri sebagai bagian dari ekosistem pembangunan industri kreatif Indonesia dengan berperan dalam mendidik dan melahirkan para pelaku industri kreatif masa depan yang berkualitas dan kompeten, agar industri kreatif Indonesia semakin maju dan dapat bersaing secara global," tambah Adhirama. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT