10 June 2021, 06:05 WIB

Berbagi Berkah untuk Sesama


Fathurozak | Humaniora

FEBRUARI tahun lalu, Qadarsyah Surya baru saja membuka usaha restorannya di Tangerang. Mulanya memang cukup ramai pembeli hingga kemudian pandemi datang. Omzet resto pun akhirnya menurun hingga memasuki Mei. Surya pun mencoba menyebar berbagai informasi tentang restonya yang belum lama buka itu.

Kemudian saat memasuki Ramadan tahun lalu, seorang temannya memesan katering di restonya. Namun, pesanan itu ditujukan ke masjid untuk paket buka puasa. Saat Surya mengantar paket katering itu ke lokasi yang dituju, ia melihat banyak orang di sepanjang jalan yang membutuhkan. Saat itulah, dalam hati Surya pun tercetus untuk membuat inisiatif yang setidaknya juga bisa turut membantu operasional usahanya.

Inisiatif itu dinamainya Hari Berkah. Ia dan restorannya memfasilitasi para pelanggan yang ingin berbagi untuk sesama dengan cara memesan paket makanan di resto miliknya.

“Jadi, kami memfasilitasi saja sebetulnya. Customer mau pesan berapa pun paket makanan, tetapi dengan harga yang sudah saya ukur, yaitu Rp17 ribu per paket. Nah, mereka, kalau mau menyumbang makanan ke orang-orang tertentu, bisa melalui kami,” terang Surya saat berbincang dengan Media Indonesia melalui konferensi video, Kamis (3/6).

Ketika ia membagikan gagasan inisiatif itu melalui kanal informasi pribadi, banyak dari teman dan keluarganya yang merespons. Saat pertama kali Hari Berkah berlangsung, ada 50 paket pesanan yang masuk. Inisiatif itu pun berlangsung setiap hari selama puasa tahun lalu, yang totalnya telah terdistribusi sekitar 500 paket makanan. Pada Ramadan tahun ini, inisiatif itu pun kembali berjalan. Jumlahnya meningkat hingga 1.000 paket makanan yang terdistribusi ke berbagai kelompok seperti yang tinggal di panti asuhan, para penghafal Alquran, untuk berbuka di masjid, dan termasuk orang-orang yang ada di jalanan.

Di luar Ramadan, Surya juga tetap menjalankan inisiatif berbagi makanan tersebut lewat Jumat Berkah. Namun, dalam kesempatan itu biasanya ia hanya membatasi pesanan sekitar 50-70 paket makanan yang akan dibagikan.

“Kalau hanya di bulan puasa itu, kan, di tahun lalu dan tahun ini sudah ada 1.500 paket makanan yang dibagikan. Kalau dengan Jumat Berkah, total sekitar 2.000 paket yang sudah dibagikan,” kata Surya.

Biasanya, Surya dan istrinya yang akan membagikan berkeliling menggunakan mobil. Selain ke beberapa tempat yang disebutkan tadi, ia juga kerap menyambangi tempat-tempat seperti pangkalan ojek dan becak di beberapa pasar di sekitar Kota Tangerang. Namun, karena ia bertindak sebagai fasilitator, tidak jarang juga pelanggan meminta agar paket makanan yang dipesan dibagikan ke lokasi tertentu, untuk para nakes di puskesmas misalnya. Namun, juga tidak sedikit yang menyerahkan urusan itu kepada Surya dan timnya.

 

Bekal makan malam

Dengan berangkat dari pengalaman saat membagikan pertama kali yang malah tidak kondusif, Surya pun memetakan titik-titik pendistribusian paket makanan. Ia memang lebih banyak menyasar pangkalan tukang ojek dan becak. Lalu jika masih tersisa, itu akan dibagikan ke beberapa orang di pinggir jalan yang ditemui, seperti pemulung.

“Sejauh ini di sekitaran Kota Tangerang, dari titik-titik yang sudah kami survei. Dari pukul 15.00-16.00 WIB. Itu juga alasannya tiap Jumat Berkah tidak ingin banyak paket makanan, misal sampai melebihi 100, supaya membagikannya tidak kemalaman, jadi bisa untuk bekal makan malam mereka.”

Seusai membagikan, Surya biasanya akan melaporkan kepada para pelanggan yang telah mendonasikan uang yang dibelikan paket makanan di resto miliknya dengan mengirim bukti kuitansi dan video saat membagikan. Jikapun ada kelebihan uang saat mentransfer, Surya juga akan mengalokasikan untuk keperluan lain seperti minuman.

“Laporannya personal via Whatsapp. Kadang, kan, ada yang langsung main transfer sejumlah uang saja. Tidak koordinasi dulu ingin sumbang berapa paket makanan. Jadi, kalau begitu, biasanya akan kami kalkulasi sesuai dengan harga tiap paket. Kalau ada kembalian, akan saya tanya, bagaimana dengan sisanya. Tetap sekecil apa pun akan dilaporkan keperluannya.”

 

Sama-sama menguntungkan

Kini, inisiatif itu juga setidaknya turut memberi napas lega bagi usaha Surya yang baru dibuka setahun lalu itu. Selain memfasilitasi para pelanggannya berbagi ke sesama, itu turut memberikan pemasukan ke resto miliknya meski, menurut penuturan Surya juga, sekadar untuk operasional dan gaji dua karyawannya agar tetap berjalan.

“Ya, untung, tapi tidak ambil banyak. Inisiatif ini kemudian setidaknya sama-sama memberikan keuntungan buat saya dan customer. Saya pikir covid-19 ini, kan, membuat orang yang tadinya ada pekerjaan jadi enggak kerja. Jadi, ya, kami sekadar memfasilitasi mereka yang mau berbagi,” kata Surya. (M-4)

 

Biodata

Nama: Qadarsyah Surya

Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 21 April 1989

Jabatan: Pengusaha resto

BERITA TERKAIT