08 June 2021, 20:53 WIB

Kemenkes Gaet TNI-Polri Percepat Vaksinasi untuk Tenaga Pendidik


Faustinus Nua | Humaniora

HINGGA akhir Mei 2021, tercatat baru sekitar 30% guru dan tenaga pendidik yang menerima vaksin. Angka tersebut jauh dari target 5,6 juta guru yang harus divaksinasi untuk memulai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di tahun ajaran bari Juni 2021.

Drektur Jendertal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, saat ini pihaknya akan memoercepat vaksinasi guru dan tenaga pendidik. Lantas, pihaknya pun menggandeng TNI/ Polri untuk turut menjadi tenaga vaksinator di daerah-daerah.

"Mereka (TNI/Polri) sudah kami minta bantu tolong. Kapolri, Panglima dan Pak Menteri sepakat untuk mempercepat vaksinasi ini (guru dan tenaga pendidik)," ungkapnya, Selasa (8/6).

Dijelaskan, pelibatan TNI/Polri sangat penting dalam mengakselerasi vaksinasi guru dan tenaga pendidik. Kerja sama pun sudah berjalan sebelum-sebelumnya meski secara terbatas di mana vaksinator TNI/Polri melaksanakan vaksinasi untuk anggota dan purnawirawan.

Setelah vaksinasi TNI/Polri selesai, Kemenkes pun kembali meminta bantuan menjadi tenaga vaksinator untuk pelayan publik.

Baca juga : Kemendikbudristek Sebut 60% Sekolah Siap Gelar PTM Terbatas

"Sebenarnya di Cilacap sudah mulai sejak kasusnya naik. Secara serentak juga akan dimulai di 34 propinsi," imbuhnya.

Selain itu, Maxi menambahkan, universitas yang memiliki fakultas kedokteran dan mempunyai vaksinator juga bisa terlibat dalam vaksinasi guru. Kemenkes akan mengirim vaksin bila tenaga vaksinator dari universitas sudah siap.

"Pokoknya di universitas ada tenaga kesehatan, ada vaksinator mau melakukan sendiri, kita drop vaksinnya yang penting ada tenaga vaksinator," tambah Maxi.

Lebih lanjut, dia mengatakan, saat ini persediaan vaksin cukup untuk program vaksinasi. Tidak ada alasan untuk menunda lagi, apalagi untuk guru dan tenaga pendidik yang harus segera melaksanakan PTM terbatas.(OL-7)

BERITA TERKAIT