08 June 2021, 20:26 WIB

Kemendikbudristek Sebut 60% Sekolah Siap Gelar PTM Terbatas


 Faustinus Nua | Humaniora

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melaporkan bahwa hingga akhir Mei 2021, sudah 60% sekolah yang siap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat dengan adanya upaya akselerasi vaksinasi guru dan tenaga pendidik di bulan Juni ini.

"Kesiapan sekolah terkait SOP/ infrastruktur secara umum dari laporan yang kita terima sudah banyak, sudah 60% sekolah menyiapkan diri samapi akhir Mei kemarin," ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Jumeri, Selasa (8/6).

Dari 60% sekolah tersebut, lanjutnya sudah memulai uji coba PTM terbatas. Bahkan hingga akhir Mei sekitar 30% sekolah benar-benar menerapkan PTM, lantaran banyaknya kendala yang dihadapi dalam PJJ.

"Banyak sekolah karena tidak mampu menjalankan PJJ mereka nekat PTM dan secara umum aman karena terbatas," kata dia.

Menurutnya, sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam uji coba maupun penerapan PTM terbatas. Beberapa kasus yang terjadi, kata dia, disebabkan oleh kurangnya disiplin menerapkan prokes.

Lebih lanjut, Jumeri mengatakan pihaknya akan terus mendorong sekolah-sekolah lain agar segera memenuhi ketentuan pelaksanaan PTM terbatas. Pemda diminta untuk memberi izin agar sekolah bisa memulai PTM terbatas.

"Yang lain berangsur akan kita dorong untuk mempersiapkan diri mmelengkapi dokumen-dokumen sistem, SOP untuk bisa siap PTM," imbuhnya.

Dia menambahkan, bahwa sering kali sekolah sudah siap, orang tua menginginkan dan siswa pun sudah menanti tapi pemda belum mengizinkan. Sehingga, koordinasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan sangat dibutuhkan dalam menyukseskan PTM terbatas yang aman.(van/OL-09)

BERITA TERKAIT