07 June 2021, 22:35 WIB

UNJ Gelar Bedah Buku Darul Misaq Buah Pemikiran Ma'ruf Amin


Mediaindonesia.com | Humaniora

UNIVERSITAS Negeri Jakarta menggelar bedah buku Darul Misaq : Indonesia Negara Kesepakatan, yang merupakan buah pemikiran Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Bedah buku yang juga bagian peringata Dies Natalis ke-57 UNJ itu, dilatarbelakangi oleh kepedulian UNJ sebagai universitas berskala nasional terhadap berbagai isu kebangsaan, dan termasuk diskusi-diskusi publik.

Buku itu menjelaskan mengenai Indonesia sebagai nation state dan mozaik luar biasa indah yang ditenun dari kemajemukan suku bangsa, adat istiadat, bahasa, agama, ras, dan antar golongan. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah pengikat kemajemukan tersebut. 

Sebagai negara bangsa yang majemuk, Indonesia juga dianugerahi kondisi geografis yang unik-strategis dan begitu banyak kekayaan alam yang melimpah dari lautan dan daratannya, agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Potensi kemajemukan dan kekayaan alam tersebut merupakan peluang dan sekaligus tantangan bagi ikatan kebangsaan Indonesia.

Wapres Ma'ruf Amin menjelaskan, pemikiran mengenai Darul Misaq sebagai jalan tengah atas pandangan Islam dan NKRI untuk menjadi negara yang moderat dan penuh toleransi atas berbagai keragaman yang ada di Indonesia. Untuk itu dirinya berharap bahwa pemikiran Darul Misaq ini dapat menjadi gagasan yang baik demi Negara Kesatuan Republik Indonesia, ungkap Wakil Presiden.

Rektor UNJ Komarudin mengatakan, buku itu merupakan oase dan sekaligus solusi dalam mengatasi problematika ikatan kebangsaan kita yang tengah menghadapi tantangan besar era disrupsi dan segala derivasinya.

Baca juga : Inovasi Sunat Terbaru dengan Teknologi Powerlem

Konsepsi Darul Misaq yang digagas oleh Ma;ruf Amin, lanjutnya, telah melalui proses Panjang pergulatan pemikiran, genealogis, dan empirik sang Empunya. Sejak pergulatannya di dunia pesantren, kampus, organisasi kemasyarakatan, organisasi politik, hingga pemerintahan. 

Konsepsi Darul Misaq secara detail, tidak hanya menjelaskan konteks sosial politik yang melatarbelakangi munculnya terminologi Darul Misaq, tetapi juga pembahasan mendasar tentang Darul Misaq dalam bingkai teologis, sosial, politik, pendidikan, dan kebangsaan.

“Dalam konteks bidang pendidikan, konsepsi Darul Misaq menjadi diskursus penting yang relevan dan solutif di tengah problematika pendidikan nasional yang minus dan hampa kesadaran kebangsaan. Selanjutnya, konsepsi Dārul Mịṡāq dapat menjadi jembatan bagi lahirnya kurikulum Pendidikan nasional yang berwawasan kebangsaan. Kurikulum Pendidikan kebangsaan yang bertujuan untuk melahirkan kecerdasan kewargaan digital yang pancasilais, moderat, dan berakhlaqul karimah.” ujar Komarudin.

Direktur Pascasarjana UNJ Nadiroh mengatakan, makna Darul Misaq merupakan realitas keragaman yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Internalisasi nilai Darul Misaq dapat dilalui dengan melalui  adaptasi dan transformasi.

Sejumlah tokoh cendikiawan dan pejabat negara turut hadir dalam bedah buku yang dilangsungkan secara fisik dan virtual tersebut, diantaranya Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Yudian Wahyudi, Dosen Filsafat Ketuhanan STF Driyarkara Simon Petrus Lili Tjahjadi, dan Pakar Pendidikan Azyumardi Azra. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT