04 June 2021, 18:22 WIB

Limbah Popok Bekas di Tangsel dan Jaksel Didaur Ulang


Mediaindonesia.com | Humaniora

Indonesia adalah negara dengan populasi terbesar keempat di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat, dengan lebih dari 270 juta penduduk. Pada tahun 2018, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperkirakan setiap tahunnya sekitar 4,2 hingga 4,8 juta bayi lahir di Indonesia, hal tersebut membuat popok menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat.

Dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) menandatangani perjanjian kemitraan dengan platform ekonomi sirkular, Duitin, untuk mendorong pengumpulan popok bekas yang akan didaur ulang.

“Sebagai salah satu brand perawatan pribadi terkemuka dalam kategori popok, tantangan kami adalah menyediakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus mengurangi jejak lingkungan sebagai cara untuk membantu masyarakat memiliki kehidupan yang lebih baik. Dengan pendekatan kolektif dan menggabungkan kemampuan Duitin dalam pengumpulan sampah daur ulang, kami yakin dapat meningkatkan pengumpulan limbah popok,” kata Hendra Setiawan, Presiden Direktur Kimberly-Clark Softex melalui siaran pers yang diterima Media Indonesia, Jumat (4/6).

Saat ini, perkiraan pasar popok di Indonesia mencapai US$1,6 miliar, yang merupakan pasar terbesar keenam di dunia. Popok telah menjadi bagian utama dari bisnis perusahaan itu karena sebagian besar penjualan mereka berasal dari produk popok. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan proses dan dampak bisnis popok dari hulu ke hilir, mulai pada pemenuhan kebutuhan pelanggan dengan produk yang aman dan efektif hingga mengelola limbah produk bekas pakai demi kesejahteraan lingkungan dan masyarakat.

Perusahaan itu memahami bahwa fokus yang kuat dan konsisten pada dampak lingkungan sekecil apapun dapat membawa perubahan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Kemitraan dengan platform ekonomi sirkular lokal, Duitin, akan berfokus pada pengumpulan limbah popok di wilayah Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan.

Duitin bertanggung jawab untuk menjalankan, mengumpulkan, dan mengirimkan popok bekas ke fasilitas pengolahan mulai akhir Juni 2021. Hasil pengumpulan popok bekas kemudian akan diproses oleh Sarana Olah Sampah - komunitas lokal yang membantu dalam pemilahan, pemilihan dan pengolahan sampah melalui metode konvensional - menjadi produk kerajinan tangan yang memiliki nilai tambah.

“Ada berbagai cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengurangi jejak limbah, salah satunya melalui proses daur ulang. Kami menyadari bahwa salah satu tantangan dalam aktivitas daur ulang adalah akses dan informasi publik yang terbatas. Melalui kemitraan ini, kami berharap dapat ikut serta dalam mengkomunikasikan pentingnya mendaur ulang. Kami juga berharap program ini dapat mendorong masyarakat untuk melakukan kegiatan yang bermakna dengan memilah dan mendaur ulang sampah, serta meningkatkan standar kehidupan dan citra para pekerja dalam bidang pengumpulan sampah daur ulang ke ranah profesional,” kata Adijoyo Prakoso, Co-Founder Duitin. (OL-12)

BERITA TERKAIT