31 May 2021, 21:30 WIB

Takeda Optimistis Vaksin DBD sudah di Depan Mata


Bayu Anggoro | Humaniora

TAKEDA Pharmaceutical Company Limited (Takeda) mengklaim bahwa
kandidat vaksin demam berdarah dengue (DBD) Takeda (TAK-003) mampu
mencegah penyakit DBD hingga 62%. Hal ini diketahui setelah Takeda melalui serangkaian uji coba imunisasi tetravalen terhadap penyakit DBD
fase 3 (TIDES Phase 3).

Vice President Dengue Global Program Leader Takeda Pharmaceutical, Derek Wallace, mengatakan, vaksin TAK-003 bisa mengurangi risiko rawat inap pasien hingga 83,9%  tanpa risiko gangguan kesehatan lain selama tiga tahun ke depan setelah imunisasi.

"Uji coba imunisasi tetravalen  terhadap penyakit DBD fase 3 (TIDES Phase 3) melibatkan lebih dari 20.000 anak-anak dan remaja sehat berusia 4 tahun hingga 16 tahun, di negara-negara endemik DBD di kawasan Asia dan Amerika Latin," katanya, Senin (30/5).

Pihaknya optimistis kandidat vaksin TAK-003 dapat membantu mengatasi masalah DBD di dunia.

Dia menambahkan, demam berdarah merupakan penyakit virus yang cepat menyebar melalui perantara nyamuk. Penyakit DBD menjadi salah satu dari 10 ancaman teratas yang dinyatakan WHO terhadap kesehatan global pada 2019. Opsi pencegahan penyakit ini masih terbilang terbatas hingga saat ini.

Di Indonesia, sepanjang 2020 kasus DBD tercatat mencapai 95.893 kasus,
dengan jumlah kematian mencapai 661 jiwa. Kasus DBD tersebar di 472
kabupaten/kota di 34 provinsi. Kematian Akibat DBD terjadi di 219 kabupaten/kota.

Menurut Derek, uji coba TIDES merupakan uji klinis intervensi terbesar yang dilaksanakan Takeda. Uji klinis ini melibatkan Komite Pemantau Data independen, yang terdiri dari para ahli yang secara aktif memantau keselamatan para peserta uji coba secara berkelanjutan. Eksplorasi lanjutan uji coba TIDES fase 3 dilakukan selama 36 bulan.

Hasil eksplorasi ini telah dipresentasikan pada 22 Mei dalam Konferensi
International Society of Travel Medicine (CISTM) ke-17 di Kuala Lumpur,
Malaysia.

Derek Wallace menjelaskan, pengamatan mengenai kemanjuran
vaksin fase 3 tetap konsisten dengan hasil pengujian yang telah
dilaporkan sebelumnya. Secara umum, TAK-003 dapat ditoleransi dan tidak ditemukan adanya risiko yang membahayakan kesehatan.

Sebelumnya, data uji klinis TAK-003 fase 2 pada anak-anak dan remaja menunjukkan bahwa calon vaksin ini menginduksi respons kekebalan terhadap empat serotipe dengue pada peserta seropositif dan seronegatif, yang bertahan hingga 48 bulan setelah vaksinasi. Secara umum vaksin dinilai aman dan dapat ditoleransi dengan baik.

"Hasil pengujian ini memperkuat potensi TAK-003 untuk membantu melindungi mereka yang tinggal atau bepergian ke negara-negara endemik
demam berdarah dengue," jelas Derek.

Wallace menambahkan, hasil analisis eksplorasi dari uji selama 36 bulan
di fase 3 ini akan dipublikasikan dalam jurnal yang ditelaah rekan
sejawat (peer-reviewed) tahun ini. Selain itu, data hasil uji klinis ini telah diajukan kepada otoritas pemerintah yang mengatur penggunaan
obat-obatan di sejumlah negara, antara lain di Asia, Eropa, dan Amerika
Serikat. (N-2)

 

BERITA TERKAIT