29 May 2021, 16:00 WIB

Perguruan Tinggi Kian Mendukung Energi Bersih Melalui PLTS


mediaindonesia.com | Humaniora

SEJALAN  dengan target bauran energi pemerintah Indonesia di angka 23% pada tahun 2025, industri sistem tenaga surya di Indonesia mulai bergairah.

Berbagai sektor perlahan telah melirik sumber energi baru terbarukan sebagai energi alternatif untuk kegiatan operasionalnya. 

“Sebagai lembaga yang dianggap sebagai pusat pemikiran para ilmuwan, sektor universitas mulai menorehkan langkahnya untuk menggunakan energi baru terbarukan dalam skala yang besar,” kata Dion Jefferson, Chief Commercial Officer SUN Energy pada keterangan pers, Sabtu (29/5).

Selain sebagai solusi dalam upaya penghematan biaya energi untuk kebutuhan energi yang bisa mencapai hingga 30%, kampus memiliki peran mencetak lulusan yang kompetitif sesuai dengan tren bisnis di masa mendatang, salah satunya adalah industri energi baru terbarukan.

Pada akhir tahun 2020, Institut Teknologi Sumatera (ITERA) meresmikan PLTS 1MWp Ground Mounted sebagai Laboratorium PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) terbesar pertama di antara seluruh universitas di Indonesia.

“Langkah tersebut merupakan upaya nyata bagi lembaga pendidikan untuk mendorong terciptanya ilmuwan atau ahli di energi baru terbarukan,” jelas Dion.

Menurut Dion, PT Surya Utama Nuansa (SUN Energy) sangat mendukung perguruan tinggi dan universitas serta lembaga pendidikan lain yang memiliki antusias tinggi untuk memiliki fasilitas PLTS dalam upaya menciptakan energi bersih dan ramah lingkungan di lingkungannya.

“Untuk membangun kesadaran penggunaan energi baru terbarukan, setiap bulannya SUN Energy melakukan diskusi secara virtual kepada lembaga pendidikan dalam memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi,” tuturnya.

 Daftar proyek PLTS SUN Energy di kawasan pendidikan. Pada tahun 2020,  ITB dan UNDIP, menggunakan PLTS untuk melistriki Gedung perkuliahan.

Di  Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Lampung, di lahan sekitar 1 hektare, kapasitas energi adalah 1 MW dan menjadi PLTS terbesar di Indonesia yang berada di kawasan pendidikan.

 PLTS ini tidak hanya digunakan sebagai energi listrik gedung dan kegiatan perkuliahan, tetapi juga dimanfaatkan untuk laboratoirum PLTS, pusat penelitian.

Terkait energi surya,  ITERA akan memasukan PLTS sebagai program mata kuliah sehingga mencetak lulusan siap mengembangkan industri PLTS.

Pada tahun 2021, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang sebesar 500 kWp, untuk laboratorium dan gedung perkuliahan. Saat ini pembangunan sedang dikerjakan dan pada akhir tahun 2021 sudah bias digunakan untuk kebutuhan di ITN Malang.

Pembangunan yang sedang berjalan, satu universitas di Kalimantan, dua universitas di Jawa Timur, satu universitas di Bali, dua universitas di Jakarta, dan beberapa lokasi lainnya. Target energi yang dihasilkan adalah sebesar 15 MWp.

“ Selain instalasi PLTS, SUN Energy juga berkomitmen terlibat langsung dalam pengembangan kurikulum, laboratorium, dan penelitian mengenai energi surya yang dapat mendorong lahirnya ilmuwan-ilmuwan di bidang energi baru terbarukan,” paparnya.

 Indonesia, menurut Dion, siap menghadapi tren bisnis atau industri di masa mendatang. Kontribusi SUN Energy di sektor Pendidikan merupakan upaya mewujudkan energi bersih untuk menciptakan lingkungan yang layak bagi generasi yang akan datang. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT