24 May 2021, 23:37 WIB

Nadiem Ajak Swasta Bermitra Dorong Kemajuan Pendidikan 


Faustinus Nua | Humaniora

MENTERI Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim mengajak pihak swasta untuk turut terlibat dan mendukung dunia pendidikan Indonesia melalui praktik baik kemitraan antara pemerintah-swasta. 

Menurutnya, kewajiban perusahaan seperti tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) harus memberi dampak berkelanjutan kepada masyarakat. Salah satunya adalah pada sektor pendidikan yang menjadi investasi masa depan bangsa. Apalagi, tantangan dunia pendidikan di Indonesia sendiri masih menjadi pekerjaan berat dengan banyaknya sekolah yang kekurangan fasilitas dan akses internet.

"Kesadaran saat ini menjadi yang sangat penting karena jangan sampai sumbangsih pihak swasta kepada masyarkat diberikan hanya untuk menuntaskan kewajiban CSR dan tidak bersifat kelanjutan," ungkapnya dalam webinar Praktik Baik Kemitraan Pemerintah-Swasta dalam Mendukung Program Merdeka Belajar dan Pendidikan di Indonesia, Senin (24/5).

Nadiem mengatakan, kebijakan dan aturan pemerintah tidak akan mencapai tujuannya jika tanpa dukungan masyarakat sebagai pelaksana di lapangan. Pada saat yang sama masyarakat juga membutuhkan pemerintah untuk mewujudkan aspirasi dan harapan.

Hubungan antara pemerintah dan msyarakat harus saling melengkapi dan menguatkan. Dalam hal ini para pelaku, khususnya swasta perlu menyadari perannya sebagia bagian dari masyarakat yang juga bertanggung jawab untuk upaya peningkatan kualitas pendidikan. 

Baca juga : Gebrakan Rektor USU, Dekan Fakultas Diminta Teken Fakta Integritas

Nadiem pun menapresiasi PT. Danone Indonesia yang sudah membuktikan praktik baik kemitraan pemerintah-swasta. Perusahaan itu sudah membantu memastikan anak-anak Indonesia bisa dalam keadaan pembelajaran berkualitas dimasa pandemi Covid-19.

"Pemerintah bangun kemitraan dengan Danone Indonesia dalam mencetak dan mendistribusi 33.000 exemplar modul PJJ luring tingkat SD untuk 146 SD di 12 kecamatan di kabupaten Belu, NTT. Pada pembelajaran tersebut ditujukan untuk pembalejaran di rumah dengan bimbingan dari orang tua," jelas Nadiem.

Danone Indonesia dan Kemendikbudrisetek juga mengupayakan program dukungan penndidikan yang bersifat berkelanjutan melalui pemberian materi edukasi, peningkatan literasi dan penguatan karakter. Sebanyak 8.200 eksemplar buku pengayaaan tentang lingkungan, pengelolaan sampah dan kesehatan telah diproduksi dan didistribusi melalui kolaborasi antara Kemendikbud dan Danone Indonesia.

"Saya harap kemitraan pemerintah dan swasta yang telah diwujudkan Danone dan Kemendikbudristek dapat menginspirasi untuk mengembangkan kolaborasi bermanfaat untuk mendukung perwujudan Merdeka Belajar," tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT