20 May 2021, 10:25 WIB

Teknologi Harus Mampu Akselerasi Pendidikan dan Memajukan Bangsa


Lidya Tannia Bangguna | Humaniora

MEMASUKI satu tahun pandemi covid-19 di Indonesia, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengajak masyarakat Indonesia merefleksikan hal-hal yang perlu dibenahi dan tingkatkan sebagai bagian dari upaya kembali pulih dan bangkit.

Dalam pidato sambutannya di pembukaan peluncuran Program Literasi Digital Nasional, hari ini, Kamis (20/5), Nadiem mengatakan pandemi Covid-19 menyadarkan bahwa pemanfaatan teknologi, khususnya di sektor pendidikan, menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Teknologi membantu murid untuk tetap mendapatkan pendidikan saat pembelajaran tatap muka tidak mungkin dilakukan.

"Pemanfaatan teknologi seharusnya mampu mengakselerasi pendidikan dan membawa lompatan-lompatan kemajuan. Namun, hal ini dapat terwujud apabila teknologi dimanfaatkan secara tepat sasaran, dan cakap digital," ujar Nadiem.

Baca juga: Sandiaga Minta Munas Kadin di Bali Terapkan Prokes Ketat

Tepat sasaran, ungkap Nadiem, berarti mampu mengatasi tantangan dalam sistem pendidikan seperti perbaikan kualitas pembelajaran.

Sebagai jawaban atas perbaikan kualitas pembelajaran, Kemendikbudristek telah membuat platform pembelajaran nasional yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh guru dan murid di seluruh Indonesia.

Selain itu, ada pula tantangan lainnya seperti tugas-tugas administratif yang harus dilakukan oleh tenaga pendidik yang cukup rumit sehingga tenaga pendidik jadi tidak memprioritaskan kebutuhan pelajar.

"Oleh sebab itu, teknologi harus dimanfaatkan dengan efektif agar tenaga kependidikan dapat memfokuskan dirinya untuk memenuhi kebutuhan pelajar terutama dengan personalized learning, yaitu dengan memastikan setiap anak berkembang sesuai dengan potensinya masing-masing," jelasnya.

Yang kedua, kecakapan digital bukan sekedar cakap dalam mengoperasikan teknologi, namun juga cerdas dan bijak dalam penggunaannya.

Oleh sebab itu, Nadiem sangat mengapresiasi peluncuran program literasi digital oleh Kemkominfo yang memiliki empat pilar yaitu keamanan digital, keterampilan digital, etika digital, dan budaya digital.

Ia berharap program ini akan mampu mendorong ekosistem pembelajaran teknologi yang menghasilkan talenta-talenta digital unggul di Indonesia.

Bersamaan dengan Hari Kebangkitan Nasional yang juga jatuh pada hari ini, Nadiem melihat kemajuan teknologi dalam pendidikan sebagai tonggak dari kebangkitan nasional.

Ia juga turut mengajak masyarakat Indonesia untuk kembali melihat sejarah bagaimana Budi Utomo sebagai organisasi kebangsaan Indonesia yang pertama menjadi awal perjuangan Indonesia mencapai kemerdekaan, sekaligus mengajak untuk merefleksikan makna dari kebangkitan nasional.

“Kita perlu bersama-sama merefleksikan kembali dari kembangkitan nasional. Bangkit berarti keluar dari keterpurukan, bangkit berarti cakap dan tanggap dalam perkembangan ekonomi, bangkit berarti dapat belajar dengan bahagia dan merdeka. Salam kebangkitan nasional, salam merdeka belajar!” pungkas Nadiem. (OL-1)

BERITA TERKAIT