19 May 2021, 14:25 WIB

Semua PMI Positif dari Malaysia akan Diuji Genome Sequencing


Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memerintahkan pemeriksaan genome sequencing pascatemuan ratusan kasus positif covid-19 pekerja migran Indonesia (PMI) yang datang dari Malaysia. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran varian baru covid-19 masuk Indonesia.

"Orang-orang yang masuk dari Malaysia yang positif langsung dilakukan genome sequencing saja. Saya sudah instruksikan itu ke Litbangkes bahwa semua yang positif itu supaya terus kita pantau," sebut Menkes, dalam rapat koordinasi bersama Menko PMK Muhadjir Effendy, Menhub Budi Karya Sumadi dan Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, pada Selasa (18/5).

Baca juga: Dites Ulang, 33 Pekerja Migran dari Malaysia Positif Covid-19

Dalam rapat itu terungkap bahwa kasus positif pada pekerja migran Indonesia yang baru pulang dari Malaysia ditemukan di Kepulauan Riau sebanyak 170 orang dan Sumatra Utara 33 orang.

Sebelumnya 33 PMI di Sumut itu sudah mengantongi surat keterangan bebas covid-19. Status positif mereka diketahui setelah Indonesia mengarantina dan melakukan pemeriksaan ulang terhadap mereka.

Dalam kesempatan sebelumnya, Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa tiga varian baru corona yang masuk kategori variant of concern dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang telah masuk ke Indonesia, yakni varian London (B.1.1.7), Afrika Selatan (B.1.351), dan India (B.1.617). Genome sequencing dilakukan untuk menentukan urutan DNA lengkap virus korona baru sehingga bisa diketahui masuknya varian hasil mutasi.

Baca juga: Anggaran Perlindungan Pekerja Migran Capai 98,23%

Selain upaya genome sequencing, Menkes menyebutkan adanya kekurangan alat tes cepat antigen dan swab di beberapa daerah di Pulau Sumatra, terutama Sumut dan Jambi, yang akan segera dipenuhi pihaknya.

Dalam sebulan terakhir, kasus covid-19 di pulau Sumatra memang memperlihatkan tren kenaikan dibanding pulau lainnya. Menkes Budi meminta masyarakat tetap patuh menjalankan protokol kesehatan terutama memakai masker yang diyakini mampu mengurangi penularan covid-19 hingga 95%. (H-2)

BERITA TERKAIT