15 May 2021, 09:43 WIB

Vaksin Sinovac Efektif 98 Persen Cegah Kematian Akibat Covid-19


Atalya Puspa | Humaniora

BADAN Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI melakukan kajian cepat efektivitas vaksinasi Sinovac terhadap infeksi covid-19 baik perawatan maupun kematian khususnya kepada tenaga kesehatan DKI Jakarta. Hasil kajian menyatakan vaksin Sinovac efektif mencegah kematian.

Ketua Tim Peneliti Efektivitas Vaksin Kemenkes Pandji Dhewantara mengatakan berdasarkan hasil kajian dapat disimpulkan sesungguhnya pemberian vaksinasi dosis lengkap itu secara signifikan dapat menurunkan risiko dan mencegah covid-19 bergejala.

“Vaksinasi menurunkan risiko perawatan dan kematian sampai 98%, jauh lebih besar dibandingkan pada individu yang baru menerima dosis pertama dimana hanya efektif menurunkan sekitar 13% risiko covid-19 bergejala," kata Pandji dalam keterangan resmi, Sabtu (15/5).

Berdasarkan analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa vaksinasi Sinovac dosis lengkap itu bisa menurunkan atau bisa mengurangi risiko covid-19 sebanyak 94%. Kajian cepat tersebut sangat jelas menunjukkan pemberian vaksinasi lengkap 2 dosis bisa menurunkan risiko terinfeksi covid-19 dan mencegah kematian.

Tak hanya itu, pemberian vaksinasi Sinovac 2 dosis dapat mencegah sekitar 96% risiko perawatan karena covid-19, juga mencegah sebesar 98% kematian karena covid-19.

Untuk diketahui, kajian cepat dilakukan pada periode 13 Januari sampai 18 Maret 2021 dengan fokus pada tenaga kesehatan di wilayah DKI Jakarta. Kajian cepat ini menggunakan desain Kohort Retrospektif yakni menelusuri riwayat setiap individu yang dilibatkan dalam penelitian ini.

Baca juga: Jokowi Lobi Xi Jinping, Dapat Tambahan 15 juta Dosis Sinovac

Penelitian ini berfokus pada kelompok tenaga kesehatan baik yang belum divaksinasi maupun yang sudah divaksinasi, baik dosis pertama maupun yang sudah vaksinasi lengkap sebanyak 2 dosis.

Kajian cepat pada 13 Januari sampai 18 Maret 2021 lalu melibatkan lebih dari 128 ribu orang dengan usia di atas 18 tahun dan rata-rata dari partisipan yang diikutkan 60% perempuan dengan rata-rata usia di Kisaran 30 tahun.

“Kajian cepat ini dilakukan berdasarkan data-data sekunder. Jadi data-data yang kita olah itu merupakan data dari berbagai sumber yang ada di Kementerian Kesehatan,” tutur Panji.

Ia menyatakan, hasil penelitian tersebut dapat dijadikan sebagai informasi sangat penting bagi masyarakat maupun bagi pemerintah, terutama dalam hal menentukan langkah-langkah strategis yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pemberian vaksinasi di masyarakat.

“Hal itu menunjukkan bahwa vaksinasi lengkap itu sangat disarankan karena vaksinasi pemberian dosis pertama itu belum cukup melindungi. Apabila masyarakat sudah menerima vaksinasi penuh atau lengkap itu akan jauh lebih efektif dalam menurunkan risiko covid-19 baik perawatan maupun kematian,” tutupnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT