12 May 2021, 22:23 WIB

Kemendikbudristek-LPDP Buka Program Beasiswa SDM Pendidikan Tinggi


Syarief Oebaidillah | Humaniora

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah meluncurkan berbagai skema pembiayaan studi untuk pendidikan tinggi akademik dan pendidikan tinggi vokasi dan profesi. Skema pembiayaan terdiri atas program gelar dan nongelar yang bertujuan untuk mencetak SDM unggul dan berkompetensi, yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan masa depan, baik di lingkup lokal maupun global.

Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) bersama dengan Ditjen Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) telah menggelar Sosialisasi Program Beasiswa Gelar dan Nongelar bagi SDM Pendidikan Tinggi Akademik dan Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi. Sosialisasi digelar sebagai tindak lanjut program Merdeka Belajar Episode 10: Perluasan Program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Dirjen Dikti Nizam mengutarakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) diluncurkan untuk menghindari terjadinya mismatch antara perguruan tinggi dengan dunia kerja.

"Kita memberikan semangat Kampus Merdeka ini dengan menggerakkan mahasiswa kita belajar dari kampus kehidupan melalui sembilan kegiatan Kampus Merdeka yang saat ini sudah diluncurkan dan sudah banyak program yang dijalankan," ujar Dirjen Dikti Nizam, Rabu (12/5).

Untuk mendukung implementasi program Kampus Merdeka, Kemendikburistek berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan mengalokasikan dana abadi pendidikan yang dikelola LPDP dengan membiayai beasiswa gelar maupun nongelar. Nizam menjelaskan, beberapa program beasiswa gelar dan nongelar bagi SDM pendidikan tinggi akademik yang mendapat dukungan pendanaan tersebut sebagai upaya untuk mencapai Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto menjelaskan beberapa program beasiswa gelar dan nongelar bagi SDM pendidikan tinggi vokasi. Tujuan dari peluncuran program ini adalah menghasilkan lulusan vokasi yang memiliki soft skill dan pengalaman mumpuni dan tentunya relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta mampu berkontribusi terhadap penyelesaian masalah terkait isu ekonomi dan sosial serta masalah riil yang dihadapi DUDI.

"Program ini memang menawarkan suatu kemerdekaan, suatu keluwesan dan fleksibilitas tetapi substansinya tetap sangat tepat. Namun challenge juga tidak mudah karena relevansi serta kualitas itu menjadi pertaruhan dari ini semua, sehingga ketersiapan civitas akademik sangat diharapkan," pungkas Wikan. (RO/OL-15)

 

BERITA TERKAIT