11 May 2021, 22:48 WIB

Kolaborasi Ditjen Dikti-Kemenkominfo Dukung Gerakan 1.000 Startup


Syarief Oebaidillah | Humaniora

PERKEMBANGAN digitalisasi di Indonesia menumbuhkan banyak usaha rintisan (startup). Pemerintah pun berupaya menghadirkan startup berkualitas untuk menjadi solusi permasalahan di masyarakat lewat program Gerakan 1.000 Startup Nasional di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Sebagai salah satu bentuk tindak lanjut kerja sama dengan Kementerian Kominfo, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi berupaya meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam membangun startup. Hal itu sejalan dengan prinsip Merdeka Belajar: Kampus Merdeka yang memberi hak bagi mahasiswa untuk belajar di luar program studinya namun tetap memperoleh SKS. 

Ditjen Dikti bahkan berencana  berkolaborasi dengan Kemenlominfo, menjadikan Startup Digital sebagai mata kuliah wajib mahasiswa pada 2022. Program ini akan dipersiapkan mulai tahun ini untuk memberikan pelatihan startup kepada dosen yang nantinya akan mengampu mata kuliah tersebut. 

Baca juga : Kemendikbudristek-LPDP Siapkan 1.000 Beasiswa Kampus Kelas Dunia

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Ristek Paristiyanti Nurwardani mengatakam visinya untuk mencapai target 100.000 mahasiswa terlibat dalam pengembangan startup pada 2022. 

“Nantinya, tim yang lolos seleksi pengembangan startup akan mendapatkan bimbingan yang lebih intensif agar bertahan jangka panjang serta bisa masuk ke platform Kedaireka atau inkubator bisnis kampus,” ujar Paristiyanti pada webinar Selasa (11/5) 

Program 1000 Startup Digital akan dikemas dalam beberapa tahapan yang berguna untuk memberikan wadah bagi setiap pegiat startup untuk bisa belajar sesuai dengan kebutuhan pengetahuan dari tingkat dasar hingga siap untuk dites pasar. Terdapat enam tahapan untuk para startup founder, yaitu ignition, networking, workshop, hacksprint, bootcamp dan incubation. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT