11 May 2021, 15:41 WIB

Polisi Kewalahan Hambat Animo Pemudik, Volumenya Luar Biasa


Rahmatul Fajri | Humaniora

DIREKTUR Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengakui pihaknya tak bisa membendung animo para pemudik pada Lebaran kali ini. Sambodo mengatakan tak terbendungnya animmo pemudik bisa dilihat di Pos penyekatan di Keduwaringin Kabupaten Bekasi. Ia mengatakan pihaknya telah menambah pos penyekatan dan menambah pasukan, tetapi banyaknya warga yang mudik membuat pihaknya kewalahan.

"Pasukan sudah kita tambah, pos penyekatan sudah ditambah, tetapi memang kan volumenya luar biasa. Ketika kita melaksanakan penyekatan, banyak masyarakat yang tetap memaksa untuk bisa mudik dan lolos dari penyekatan tersebut, mereka juga tidak mau kita putar balik sehingga kemudian menimbulkan dan membuat kerumunan," kata Sambodo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (11/5).

Maka dari itu, kata Sambodo, pihaknya melakukan diskresi yang meloloskan para pemudik di titik penyekatan Keduwaringin untuk mengurai penumpukan dan kerumunan pemudik. Ia mengatakan penumpukan tersebut malah akan menjadi berbahaya dan bisa menjadi tempat penularan covid-19.

"Justru malah berbahaya bagi kesehatan masyarakat itu sendiri dan lagipula ada para pemudik yang membawa anak-anak dan segala macamnya. Oleh sebab itu, kami melakukan diskresi kepolisian, untuk kemudian secara bertahap membuka penyekatan untuk kemudian mereka bisa lolos hanya sekadar untuk memecah kerumunan," kata Sambodo.

Meski demikian, Sambodo mengatakan dengan membuka pos penyekatan di Kedungwaringin, para pemudik juga akan tetap menemui pos penyekatan di Tanjung Pura, Karawang yang berjarak 1 kilometer. Bahkan, kata ia, para pemudik akan tetap menemui pos penyekatan ke mana saja ke daerah di Pulau Jawa. Pasalnya, Polri telah membuat titik penyekatan berlapis di 381 titik di Pulau Jawa.

"Ke kota mana pun ketika para pemudik itu masuk ke kota tertentu itu biasanya ada penyekatan, itulah sebabnya kita melaksanakan penyekatan berlapis dengan 381 titik di Pulau Jawa. Ini yang kita lakukan," kata Sambodo.

Lebih lanjut, Sambodo mengakui seberapa besar kekuatan dan jumlah personelnya tak akan cukup mengawasi dan mengimbau warga untuk tidak mudik. Maka dari itu, ia meminta kesadaran warga untuk mematuhi larangan mudik dari pemerintah guna mencegah penularan covid-19.

"Intinya sebrapa besar pasukan pun yang kita butuhkan, justru kesadaran kolektif masyarakat untuk sama-sama mau mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak mudik. Karena tidak mungkin kan kita paksa, kita dorong karena mereka bukan unjuk rasa, tetapi malam itu kita tetap persuasif dan humanis," kata Sambodo. (OL-13)

Baca Juga: Anies Imbau Masyarakat Shalat Idul Fitri Di Rumah

BERITA TERKAIT