08 May 2021, 23:45 WIB

Nadiem Bertekad Segera Hapus 3 Dosa Besar Pendidikan 


Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora

MENTERI Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makariem bertekad menghapus 3 dosa besar dalam dunia pendidikan. Menurutnya pendidikan Indonesia harus bebas dari sikap intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual. 

"Kreatifitas, nalar kritis dan inovasi hanya dapat berkembang jika peserta didik dan pendidik seluruhnya merdeka dalam belajar, tidak ada paksaan sama sekali," Ungkapnya dalam webinar cerdas berkarakter melalui kanal Youtube Kemdikbud, Sabtu (8/5). 

Bertemakan puasa, kemanusiaan dan toleransi, turut hadir Habib Husein Jafar dan Yenny Wahid sebagai narasumber. Dalam penjelasannya, Habib Husein Jafar menjelaskan bagaimana 3 pahala besar dalam agama yang terkandung dalam 3 tema tersebut. 

"Dalam puasa sendiri sudah ada pahala besar yang mampu membersihkan dosa kita selama setahun, kemudian untuk kemanusiaan dalam Alquran menjelaskan barang siapa membunuh satu oraang sama halnya membunuh seluruh manusia di bumi," Ungkap habib Husein Jafar. 

Berikut halnya mengenai toleransi, ia menjelaskan Allah SWT sebagai Tuhan memperkenalkan dirinya sebagai dzat yang Maha cinta dan toleran kepada seluruh makhluk hidup dan alam semesta, meski tidak menyembahnya. 

Baca juga : Kemenag Hormati Pembatalan SKB 3 Menteri Seragam Sekolah

Di bulam Ramadan, di dalam puasa sudah terdapat 2 nilai sosial yakni pertama adalah nilai kemanusiaan, dengan menahan lapar dan haus menjadikan kita lebih menghargai orang yang kelaparan. 

"Selain itu adanya toleransi dalam berpuasa, dalam Al-Quran disebutkan, puasa diwajibkan bagi kamu dan kaum sebelumnya, kita berbeda dalam hal kebenaran puasa dengan agama yang lain, nmaun dalam kebaikan kita sama," Ungkapnya. 

Dalam hal toleransi, Indonesia memilki Pancasila sebagai ideologi bangsa dalam hal membangun persatuan. Kebebasan beragama di Indonesia dijami secara konstitusional melalui Pancasila. 

"Kita sudah mempunyai modal seperti ini, jangan sampai disalah gunakan untuk. Tindakan intoleransi terlebih di dunia pendidikan, kita harus saling menguatkan agar lebih menghargai Pancasila," Pungkas Yenny Wahid. (OL-7)

BERITA TERKAIT