08 May 2021, 17:50 WIB

Jangan Sampai Takut Imunisasi Anak akibat Pandemi Covid-19


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

PANDEMI covid-19 mengakibatkan lambatnya program imunisasi karena banyak orangtua yang takut membawa anaknya ke posyandu, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lain untuk diberikan imunisasi.

"Ini akan berpotensi menyebabkan double outbreak, karena kita sudah mengalami pandemi covid-19. Mudah-mudahan jangan sampai terjadi outbreak penyakit yang bisa dicegah lewat imunisasi," jelas Ketua Humas dan Kesejahteraan Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia Hartono Gunardi dalam webinar Pekan Imunisasi Dunia 2021; Bersatu Sehatkan Negeri, Sabtu (8/5).

Ia mencontohkan, campak sesungguhnya lebih berbahaya. Dalam kasus covid-19, satu orang terinfeksi bisa menularkan ke 3-4 orang. Sementara dalam kasus campak, dari satu orang bisa menularkan ke 18 orang. Jika droplet orang terdampak covid-19 bisa berjalan hingga dua meter, droplet orang yang terkena campak bisa mencapai enam meter.

Dalam melaksanakan pelayanan imunisasi diatur mengikuti pedoman keamanan covid-19 terutama social atau physical distancing. IDAI mengharapkan agar tenaga kesehatan, orangtua, dan masyarakat memahami pentingnya melengkapi imunisasi sesuai usia, agar anak terlindung dari berbagai penyakit yang berisiko menimbulkan kecacatan dan kematian.

Orangtua sebaiknya mencocokkan jadwal imunisasi anak agar dapat merencanakan kunjungan ke fasilitas kesehatan yang melayani imunisasi. Fasilitas kesehatan yang melayani imunisasi hendaknya sudah melakukan pemisahan kunjungan anak sehat untuk imunisasi dari kunjungan pasien yang sakit. Apabila direncanakan dengan baik, diharapkan layanan imunisasi dapat tetap berjalan dan sedapat mungkin cakupan imunisasi diupayakan tidak turun terlampau rendah. (OL-14)

BERITA TERKAIT