07 May 2021, 00:24 WIB

Platform Edutech Bantu Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

PANDEMI Covid-19 mendorong percepatan transformasi digital di semua lini kehidupan, tak terkecuali pendidikan yang memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi berlangsung di semua instansi pendidikan.

Platform pembelajaran daring (education technology/edutech) pun menjadi salah satu sarana membantu terlaksananya PJJ tersebut dengan baik di seluruh Indonesia. Salah satunya dilakukan aplikasi Cakap yang telah dapat diakses di lebih dari 94 kota di 34 Provinsi.

Co-Founder dan CEO Cakap Tomy Yunus mengungkapkan, akibat pandemi, 94% pelajar kehilangan akses akan pendidikan di sekolah. Cakap hadir sebagai jembatan yang menghubungkan para pelajar dan para guru secara daring. 

"Cakap hadir dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang mudah dan fleksibel, untuk mendorong peningkatan kualitas SDM. Kami bukan hanya menyasar pada para pelajar tetapi juga para pelaku pendidikan, agar sama-sama bisa membangun kualitas diri masing-masing demi kemajuan bangsa di masa depan,” ucap Tomy dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga : Bersinergi Wujudkan Generasi Masa Depan Berdaya Saing Global

Dalam laporan Social Impact Cakap 2020 terungkap, aplikasi itu telah membantu lebih dari 120 ribu siswa menyelesaikan program pembelajaran. Selain itu, Cakap telah menyelenggarakan lebih dari 500.000 sesi kelas sepanjang tahun,

Aplikasi Cakap juga membantu 13.000 keluarga di desa-desa tertinggal tersentuh dampak secara sosial, karena anak-anak mereka berkesempatan memiliki pendidikan berkualitas secara khusus dan intensif melalui platform Cakap.

“Bagi kami, tahun 2020 menjadi tahun pembelajaran dan transisi, sekaligus momentum dimana Cakap turut mengambil bagian dalam mendukung upaya Pemerintah untuk terus memberikan pendidikan yang efektif kepada siswa, sekalipun tidak ada tatap muka," ujar Tomy. 

Tomy menegaskan, Cakap akan terus berupaya membawa Indonesia maju dengan turut berkontribusi mencetak SDM unggul Indonesia, agar bisa meningkatkan kompetensi bangsa dan berdaya saing tinggi di mata dunia. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT