05 May 2021, 08:34 WIB

Virus Korona Varian Baru Sebabkan Peningkatan Kasus di Dunia


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

SAAT ini, beberapa negara sedang mengalami lonjakan kasus covid-19. Adapun faktor yang menjadi penyebab peningkatan kasus di negara-negara tersebut di antaranya mobilitas pergerakan masyarakat dan munculnya varian baru virus Covid-19 yaitu B117 asal Inggris, B1351 asal Afrika Selatan dan varian mutasi ganda dari India B1617.

“Varian yang digolongkan dengan Varian of Concern atau VoC yang diwaspadai itu ada tiga jenis yaitu B.117, B.1351, dan varian B1617. Varian B.117 ini diketahui memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi sekitar 36 sampai 75% dibandingkan dengan jenis virus yang beredar sebelumnya,” kata Jubir vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi dalam keterangannya, Rabu (5/5).

Menurutnya, varian B117 saat ini merupakan varian yang paling banyak dilaporkan oleh orang dari berbagai negara. WHO mencatat berbagai peningkatan kasus sampai 49% varian B.117 yang bersirkulasi di Asia Tenggara.

Terkait mutasi atau varian baru di Indonesia, jenis baru yang dilaporkan sudah masuk ke Indonesia antara lain B117, B1351, dan B1617. Oleh karena itu, pihaknya masih terus melakukan penelitian dan pengujian pada 786 laboratorium.

"Laboratorium-laboratorium ini juga yang memeriksa covid-19," sebutnya.

Baca juga: Gubernur Bali Konfirmasi Masuknya Varian Baru Covid-19 Ke Bali

Diketahui, sebaran kasus varian baru di Indonesia antara lain varian jenis B1617 ada di Kepulauan Riau 1 kasus, dan DKI Jakarta 1 kasus. Varian B117 ada di Sumatera Utara 2 kasus, Sumatera Selatan 1 kasus, Banten 1 kasus, Jawa Barat 5 kasus, Jawa Timur 1 kasus, Bali 1 kasus, Kalimantan Timur 1 kasus. Sementara untuk varian B1351 ada di Bali 1 kasus.

“Jadi dengan surveilans kita mewaspadai penambahan kasus B117 dan B1351, serta B1617 yang sudah masuk ke Indonesia. Hasil akhir ini sudah kita dapatkan dari hasil pemeriksaan per tanggal 30 April,” tegas Nadia.

Untuk mencegah penularan lebih meluas, Nadia mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas. Situasi yang ada di Indonesia mengharuskan masyarakat untuk mematuhi betul apa yang sudah dianjurkan atau dilarang oleh pemerintah.

“Tidak ada yang menjamin bahwa dengan membawa hasil pemeriksaan laboratorium yang negatif selama dalam perjalanan ataupun selama dalam proses kita menuju kampung halaman misalnya, kita tidak terpapar Covid-19,” pungkas Nadia.(OL-5)

BERITA TERKAIT