04 May 2021, 15:05 WIB

Kemenkes: Tiga Varian Covid Baru Sudah Masuk Indonesia


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

KEMENTERIAN Kesehatan melaporkan saat ini varian B117 dari Inggris, varian B1351 dari Afrika Selatan dan varian B1617 dari India telah menyebar di sebagian wilayah Indonesia. Satu WNI yang terpapar Covid-19 varian B1351 dari Afrika Selatan yang ditemukan di Bali telah meninggal.

"Kita melihat satu kasus positif varian B1351 yang ditemukan di Bali, diambil spesimennya pada tanggal 25 Januari. Dan pasien ini ternyata pada tanggal 16 Februari telah meninggal," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi Selasa (4/5).

Virus korona yang sudah mengalami mutasi di Inggris disebut varian B117, varian virus korona dari India dinamai B1617, dan varian virus korona dari Afrika Selatan disebut B1351. Kata Nadia, dari tiga varian ini sudah ada di beberapa wilayah Indonesia.

"Situasinya ini di Jakarta ada satu kasus, di Banten satu kasus, di Jawa Barat ada lima, kemudian kita lihat di Kaltim ada satu, di Bali ada dua, di Jawa Timur ada satu kasus, di Sumut ada dua kasus, di Sumsel ada satu kasus,” sebutnya

Varian baru virus corona tersebut, masuk dalam kategori variant of concern, varian virus baru yang menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Oleh karena itu, penemuan varian baru di Indonesia ini setelah dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS).

"Terkait mutasi atau varian baru, jadi di Indonesia ini kita terus melakukan menguji dan melakukan penelitian pada 786 laboratorium yang tentunya ini adalah laboratorium pemeriksa Covid-19," jelasnya.

Selain itu tentunya surveilans SARS-Cov-2 ini juga terus ditingkatkan guna mengetahui karakteristik SARS-Cov-2 terhadap kesehatan, serta tentunya upaya-upaya untuk melakukan pencegahan melalui pelacakan kasus dalam rangka penanggulangan Covid-19.

Pihaknya telah berhasil melakukan WGS sebanyak 1.228 spesimen. Dimana dibandingkan pada akhir Desember lalu kurang lebih 140 spesimen dan saat ini sudah sampai dengan angka 1.228 spesimen yang dilakukan pemeriksaan genome sequencingnya.

“Sekali lagi terjadi peningkatan yang cukup signifikan dari akhir sampai Desember sampai dengan akhir April ini dari 140 menjadi 1.228. Dan kita tahu jumlah akumulasi 1.228. Tentunya melalui genome sequencing ini,” terangnya

Upaya penyelidikan epidemiologi, lanjut Nadia juga dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi penularan varian B1351 dari kasus yang ditemukan di Bali tersebut.

“Ini sedang kita lakukan penyelidikan epidemiologinya, karena kasus ini sebenarnya sudah jauh sekali di bulan Januari. Dan yang bersangkutan tersebut sudah meninggal pada Februari,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan isolasi harus segera dilakukan pada warga yang tertular varian baru virus korona tersebut dan orang-orang yang punya riwayat kontak dengan penderita harus dilacak dan diperiksa segera.

Dia juga menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus korona penyebab Covid-19.

"Paling penting sekali lagi memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, karena apa pun virusnya, apa pun mutasinya, kalau kita disiplin protokol kesehatan, harusnya penularan tidak terjadi," katanya.

"Itu sebabnya kenapa saya akan terus-menerus mengingatkan bahwa disiplin protokol kesehatan harus dijalankan oleh kita semua di mana pun kita berada," tegas Budi. (OL-13)

Baca Juga: Kemenkes : 13 Kasus Covid-19 Varian B117 Masuk Indonesia

BERITA TERKAIT