03 May 2021, 22:40 WIB

KLHK Luncurkan Festival Peduli Sampah Nasional 2021


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meluncurkan Festival Peduli Sampah Nasional 2021. Acara yang berlangsung Senin (3/5) dan diselenggarakan secara virtual itu diharapkan bisa meningkatkan kesadaran dan memberi edukasi terkait pengelolaan sampah.

"Hari ini KLHK mempergunakan teknologi untuk memperkenalkan bagaimana pengelolaan sampah dengan cara pameran tapi secara virtual," kata Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati.

Dalam pameran itu akan ditampilkan tiga bagian dari pengelolaan sampah mulai dari hulu yaitu salah satunya membahas tentang pengurangan sampah oleh industri dengan mendesain ulang kemasan agar bisa didaur ulang serta mekanisme penarikan kembali sampah produk. Pameran virtual ini juga akan menyoroti usaha pengelolaan sampah oleh masyarakat seperti dalam bentuk bank sampah dan pemanfaatan sampah oleh publik dengan mengolahnya menjadi kompos.

Vivien menjelaskan dalam festival ini akan memberikan gambaran tentang proses hilir pengolahan sampah seperti memberikan contoh tempat pembuangan akhir (TPA) yang baik dan menggunakan teknologi untuk mengolah sampah menjadi energi.

Festival Peduli Sampah Nasional 2021 secara virtual dapat diakses melalui perangkat dengan masuk ke situs https://www.fpsn2021.com/. Festival Peduli Sampah Nasional 2021 akan berlangsung selama enam bulan. "Semoga bisa mengedukasi masyarakat dan perilaku, kemudian gaya hidup juga bisa berubah semenjak itu," sebut Vivien.

Dia menyebutkan bahwa memang persoalan sampah itu luar biasa bahkan dalam keseharian individu masyarakat memproduksi sampah. Karena itu, jika tidak melakukan pengelolaan dengan baik, semua sampah jika dibuang atau dibawa ke TPA akan menjadi masalah. Sebab 60% TPA di Indonesia itu sekitar 50% masih open dumping dan lain masih juga ada yang dibuang ke lingkungan secara ilegal.

"Sekarang kita butuh edukasi, mengedukasi masyarakat agar mereka bisa mengubah kebiasaan itu. Kali ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mempergunakan teknologi untuk memperkenalkan bagaimana pengelolaan sampah dengan cara pameran tapi secara virtual," ujarnya.

Menurutnya, seluruh masyarakat Indonesia bisa masuk pameran itu secara gratis dan kemudian bisa melihat bagaimana pengelolaan sampah di dalam pameran tersebut. Meskipun demikian, pihaknya masih membutuhkan masukan terhadap pelaksanaan pameran tersebut. Apalagi acara ini berlangsung 6 bulan sehingga semua masyarakat bisa belajar dan komunikasi dengan KLHK terkait evaluasi pada kegiatan tersebut.

"Kami terbuka untuk itu, kurangnya dimana mau belajar apa? Silakan masyarakat Indonesia menggunakan media festival virtual ini dengan baik dan semoga bisa mengedukasi masyarakat dan perilaku dan gaya hidup juga bisa berubah semenjak itu," lanjutnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT