03 May 2021, 11:16 WIB

DPR Minta Pemerintah Batalkan Kebijakan Liburan Saat Lebaran


Candra Yuri Nuralam | Humaniora

PEMERINTAH diminta membatalkan kebijakan pembukaan tempat wisata saat libur Lebaran. Pasalnya, potensi lonjakan covid-19 tetap sama bahayanya saat wisata dibuka.

"Saya minta agar seluruh tempat wisata ditutup penuh selama masa libur Lebaran (6-17 Mei 2021)," kata Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PKB Luqman Hakim melalui keterangan tertulis, Minggu (2/5).

Pemerintah diyakini tidak akan bisa menahan lonjakan massa yang ingin menikmati hari libur. Kerumunan di Tanah Abang, Jakarta Pusat merupakan bukti.

Baca juga: Menparekraf Dukung Pengembangan Wisata Halal Aceh

"Saya pesimistis pemerintah memiliki cukup aparat untuk menjaga tempat-tempat wisata, memastikan tidak terjadi pelanggaran prokes secara massif apabila dibolehkan buka selama libur lebaran," ujar Luqman.

Pembukaan tempat wisata idealnya dilakukan usai libur panjang. Pemerintah dijamin bisa menangani masyarakat saat libur panjang berakhir.

Luqman menilai pembukaan wisata saat libur panjang Lebaran adalah ide buruk. Pemerintah diminta berpikir dua kali untuk melakukan hal itu.

"Setelah libur Lebaran selesai, silahkan jika pemerintah akan membuka kembali tempat-tempat wisata, selama memiliki keyakinan mampu memastikan protokol kesehatan dapat berlaku dengan ketat di sana," tega Luqman. (OL-1)

BERITA TERKAIT