29 April 2021, 10:40 WIB

Menkes Budi Ajak Masyarakat Sukseskan Pendataan Keluarga 2021


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendukung dan mengajak masyarakat ikut menyukseskan program pendataan keluarga yang dilakukan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)

"Pendataan Keluarga 2021 merupakan suatu upaya untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas melalui perencanaan yang tepat berdasarkan data yang akurat," ujar Menkes  dalam pertemuannya dengan BKKBN, Rabu (28/4).

Pendataan Keluarga Tahun 2021, serentak dilakukan pada periode 01 April – 31 Mei 2021 ini akan menjadi basis data pemerintah dalam meningkatkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan keluarga. Untuk itu, validasi data harus dilakukan pada setiap periode pendataan sehingga data yang didapatkan benar-benar akurat.

Budi mengharapkan jika data ini sudah jadi dan diolah menjadi informasi atau laporan yang baik untuk bisa di-share dengan Kementerian Kesehatan sehingga bisa bersama-sama menganalisa kemudian menindaklanjutinya, baik dalam mengeluarkan keputusan atau kebijakan yang bisa bermanfaat bagi rakyat berdasarkan data.

Sebelumnya, ia pun mengakui sangat terbantu dengan adanya Pendataan Keluarga Tahun 2015 yang lalu. "Masuknya data dan informasi akan membuat kita lebih memahami dampak dari regulasi atau kebijakan terhadap masyarakat sehingga lebih cepat memodifikasi kebijakan tersebut," kata Budi.

Dalam hal ini, Menkes pun menyarankan agar Kementerian Kesehatan, Badan POM, Kementerian Sosial yang melakukan survei ini, datanya bisa saling melengkapi, sehingga dapat terintegrasi, dapat konsisten.

Untuk itu, ia pun berharap masyarakat tidak usah khawatir atau takut didatangi oleh para surveyor dari BKKBN karena sebagian besar sudah divaksin jadi tidak akan menularkan (covid-19). "Tolong berikan jawaban yang selengkapnya-lengkapnya dan yang paling update agar kita bisa menangkap apa yang terjadi di masyarakat terutama dengan adanya pandemi ini. Dari sini kita bisa mengambil keputusan membuat kebijakan yang paling baik berdasarkan data terkini," pesan Budi.(H-1)

 

BERITA TERKAIT