27 April 2021, 21:05 WIB

ITB Terapkan Perkuliahan Hybrid di Sejumlah Fakultas


Zubaedah Hanum | Humaniora

REKTOR  Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Reini Wirahadikusumah menginstruksikan perkuliahan hybrid sebagai respons atas keputusan pembelajaran tatap muka oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Perkuliahan hybrid diselenggarakan sebagai model percontohan sistem perkuliahan ITB yang beradaptasi dengan pandemi Covid-19. Perkuliahan ini akan berlangsung sekitar satu bulan dan telah dilaksanakan oleh sejumlah program studi magister Kampus Jatinangor sejak Maret 2021.

Adapun, program studi yang dipilih untuk menjalankan model perkuliahan ini adalah Teknik Air Tanah (TAT-FITB) dengan jumlah mahasiswa 5 orang, Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi (PIAS-FTSL) dengan jumlah mahasiswa 13 orang, Teknik Metalurgi (MG-FTTM) dengan jumlah mahasiswa 16 orang, dan Arsitektur Lansekap (AL-SAPPK) dengan jumlah mahasiswa 8 orang.

"Perkuliahan hybrid memfasilitasi tatap muka dosen dan mahasiswa di kelas dengan protokol kesehatan yang ketat. Wastafel, handsanitizer, masker, dan faceshield disediakan, sementara aturan jaga jarak diterapkan. Kampus juga ramai dengan media edukasi pencegahan penularan Covid-19 berupa poster dan spanduk," kata Reni dilansir dari laman ITB.

Reni menyatakan, seluruh civitas academica yang hadir diharuskan dalam keadaan sehat dan tidak terinfeksi Covid-19. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui tes swab PCR hasil kerja sama dengan Klinik Universitas Padjajaran (Unpad).

"Ada pun mahasiswa yang tidak dapat hadir tetap mengikuti perkuliahan secara online melalui live broadcast dengan menampilkan suasana kelas yang sesungguhnya," tandasnya.

Prof M Zaki Mubarok selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu Program Studi Teknik Metalurgi menilai, kuliah hybrid menjadi momen penting bagi ITB setelah satu tahun lebih menjalankan kuliah dalam jaringan.

Momen ini memberikan kesenangan karena diskusi secara langsung dapat kembali dilaksanakan. Mahasiswa yang tidak hadir di kelas pun ikut merasa senang karena suasana kelas yang sebenarnya kini lebih terasa. (H-2)

BERITA TERKAIT