26 April 2021, 22:44 WIB

Kelebihan Kuliah di Amerika Serikat


Mediaindonesia.com | Humaniora

SEBAGAI negara maju, Amerika Serikat memimpin dan melaju dalam mempertahankan predikatnya sebagai tuan rumah terbaik destinasi pendidikan. Dengan sistem pendidikan berstandar tinggi, negeri Paman Sam ini terus memenuhi kebutuhan studi para pelajar internasional dari belahan dunia mana pun dan terus diperkenalkan dengan teknologi dan penelitian yang berkembang.

World University Ranking 2021 dari Times Higher Education mencatat bahwa 8 dari 10 universitas top dunia berada di Amerika Serikat. Hal ini juga menjadi alasan para pelajar tetap memilih Amerika Serikat sebagai tujuan kuliah mereka. Kuliah di Amerika Serikat juga memberikan pelajar kesempatan membangun karier mengingat banyak perusahaan besar berada di negara ini.

Masa pandemi covid-19 diharapkan tidak membuat para calon siswa mengurungkan niat atau menunda proses studinya ke Amerika Serikat, karena ada peluang dan kesempatan yang bisa didapat oleh para siswa dan orangtua dengan melakukan proses studi terlebih dahulu di Indonesia dan lanjut ke Amerika Serikat melalui American Degree Transfer Program. 

Terkait dengan hal tersebut UniSadhuGuna menggelar acara virtual talkshow yang membahas mengenai beragam informasi yang berhubungan dengan studi dan mendapatkan degree di Amerika Serikat. Acara ini memberikan banyak informasi dan inspirasi bagi mereka yang ingin melanjutkan studi ke Amerika. Kehadiran para pembicara semakin memperkaya pengetahuan para audiens dalam crossculural competencies.

Salah satu pembicara, alumnus dari Penn State University dan Santa Clara University, Samira Shihab, menceritakan pengalaman studinya di Amerika pada saat itu. Dalam penyelesaian gelar S1 dia bekerja kemudian mengambil S2. Samira mengatakan bahwa dia menghabiskan waktu sekitar 25 tahun, karena sejak kecil berada di Amerika dan 5 tahun yang lalu kembali ke Indonesia.

Samira saat ini merupakan salah satu anak Indonesia yang sukses dan mengimplementasikan pengalaman dan pendidikannya bagi Indonesia dengan mendirikan Tinkerlust dan Stellar Women. Pengalaman yang dimiliki Samira dapat membuat siswa-siswi internasional punya keterampilan bertahan dan lebih tangguh sangat sesuai dengan pribadi yang dicari di pasar kerja.

 

Youtuber Indonesia dan influencer Samuel Christ yang sekarang menempuh pendidikan di University of Washington mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki sistem pendidikan yang khas dan menekankan kepada kemampuan siswa. "Sistem pendidikan di Amerika memacu setiap individu mendapatkan kesempatan untuk menuangkan ide dan gagasan, terlibat dalam identifikasi persoalan, dapat berpikir secara luas dan berani unjuk diri, berani berpartisi aktif dalam diskusi," ucap Samuel. "Hal inilah yang menjadikan para lulusan Amerika menjadi sangat mudah adaptif dengan segala perubahan sehingga mampu bersaing secara global," tambahnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno memberikan apresiasi kepada UniSadhuGuna yang kontinyu melakukan kegiatan di kondisi pandemi dan mengajak semua untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan guna mendukung sektor pariwisata ekonomi kreatif terus berkembang. Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga menyampaikan bahwa pada 2021, sebesar Rp549 triliun atau 20% dari APBN dialokasikan oleh pemerintah pada sektor pendidikan. Hal ini menunjukan bahwa pendidikan menjadi prioritas pembangunan bangsa.

Menurutnya, kualitas SDM tentu kunci agar kita dapat bersaing di mata dunia. Untuk meningkatkan kualitas SDM salah satunya dilakukan dengan memberikan akses pendidikan yang tuntas dan berkualitas. "Pendidikan merupakan investasi, pendidikan bukan cost, pendidikan merupakan juga prestasi, investasi individu, masyarakat juga bagi bangsa dan negara, karena buah dari pendidikan akan sangat bermanfaat bagi kemajuan suatu bangsa 20 sampai 50 tahun ke depan," tuturnya. Individu-individu yang banyak berlatih dan belajar akan memiliki peluang lebih besar, baik dalam dunia pekerjaan maupun tumbuh sebagai entrepreneur

Para siswa yang ingin melanjutkan kuliah di Amerika Serikat saat ini mendapatkan kemudahan karenakan hadir program transfer gelar dari UniSadhuGuna International College (UIC College) Pathway & Fast Track Program yang berada di bawah naungan PT UniSadhuGuna.  Program ini memberi kesempatan siswa untuk mendapatkan pengalaman pendidikan Amerika di Indonesia. 

"Model pembelajaran di Amerika, menelurkan pola belajar berpikir kreatif dan out of the box, serta pembelajaran yang aktif dan lebih dinamis. Hal ini menjadikan siswa dapat beradaptasi lebih cepat, berkolaborasi dengan dunia luar lebih terbuka, dan dapat berpacu dalam persaingan global dengan lebih gigih," kata Ariyani Mawardi selaku American Degree Transfer Program (ADP) Specialist dan Head of UniSadhuGuna Kelapa Gading Campus dalam keterangan resmi, Senin (26/4).

Melalui program ini, siswa dapat meneruskan studi mereka ke Amerika Serikat. Siswa memiliki masa penyelesaian studi sama dengan Amerika Serikat. Gelar Bachelor biasa ditempuh selama empat tahun. Dengan sistem pembelajaran yang berkualitas, UIC College ADP Program yang bekerja sama dengan Taylor’s University, mengemas kurikulum internasional untuk mengantarkan siswa menjadi leaders of change hanya dalam waktu 4 tahun, dilakukan di Indonesia terlebih dahulu selama 2 tahun di UIC College dan melanjutkan sisa 2 tahun terakhir di Amerika Serikat.

Para siswa yang menyelesaikan dua tahun penuh di Indonesia kemudian dapat mentransfer nilai mereka ke universitas yang dituju. Keuntungan lain yaitu evaluasi nilai transfer kredit dapat dilakukan di Indonesia oleh para universitas di Amerika Serikat, sehingga siswa dan orangtua juga tenang dan aman. 

Covid-19 diperkirakan masih ada sampai dengan tahun ini. Karenanya, program pathway atau peralihan dibandingkan dengan jalur langsung menuju universitas di AS merupakan pilihan tepat. "Program transfer degree dari ADP 2+2 ini memungkinkan mahasiswa internasional menyelesaikan setengah dari program degree mereka dengan terjaga keamanannya di Indonesia kemudian baru menyelesaikan 2 tahun terakhir mereka ke AS, papar Danial Hamzah, Country Manager Indonesia Into University Partnership. Siswa di Indonesia yang mengikuti program ADP bisa mendapatkan pre-assessment transfer kredit di Indonesia, sehingga lebih aman dan jelas dalam melanjutkan studi di universitas pilihan mereka di AS.  

Hanny Sabandono selaku Manajer Unistart, agen konsultasi pendidikan yang juga berada di naungan UniSadhuGuna, mengatakan melalui ADP program siswa akan mendapatkan pembekalan akademik, kesiapan beradaptasi, pendalaman kemampuan bahasa asing, persiapan yang lebih matang dari segi mental dan dapat lebih termonitor dari segi kelengkapan dokumen yang dibutuhkan. "Apalagi dapat berhemat hingga 2 tahun biaya sekolah dan biaya hidup di Amerika. Tujuannya, para siswa mendapatkan fondasi yang matang apabila melanjutkan hingga tingkat kesarjanaan. Mereka juga dapat memasuki dunia kerja lebih awal melalui program Pathway UIC College," ungkap Hanny. (OL-14)

BERITA TERKAIT