22 April 2021, 13:23 WIB

Dapat Wakaf 1 Hektar, Pemuda Pancasila akan Bangun Pesantren


mediaindonesia.com | Humaniora

BULAN Ramadan ini merupakan kebahagian sendiri bagi anggota Majelis Pimpinan Nasional Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila (MPN B2P3), Zulfikri Daud Jacub. Impiannya untuk mendirikan pesantren selama ini akan segera terlaksana.

Sahabat lamanya yang dulu dikenal ketika menjadi wartawan di BNP2TKI, Zulfikri berkenalan dengan Agus Setiawan, S.Si, M.Si, seorang pegiat Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang kini aktif sebagai dosen di Pandeglang, dan menggeluti agribisnis, pada Minggu lalu sudah didapat tanah wakaf dari Agus di Pandeglang.

"Alhamdulillah, persahabatan kami makin menguat ketika Pak Agus Setiawan memberi wakaf 1 hektar tanah untuk kami dirikan Ponpes di Desa Cimanggu, Pandegelang,” ujar Zul begitu biasa disapa dalam keterang tertulisnya, Kamis (22/4/2021).

Zul mengatakan, rencananya ponpes ini akan didirikan bersama dengan teman-teman di Badan Buruh & Pekerja Pemuda Pancasila. Pembangunan Pondok Pesantren bagi Kader Pemuda Pancasila, dan anak-anak yatim PMI ini dimaksudkan untuk mengisi kekosongan peran negara yang selama ini hanya melihat konstribusi PMI sebagai pahlawan devisa. Padahal, problem keagamaan mereka di luar negeri harusnya juga mendapat perhatian serius. Untuk apa uang banyak, tapi ketika pulang membawa penyakit kelalmin, gaya hidup heteroseksual, dan sikap hidup yang materialsitik-individualistik.

"Saya sudah melapor ke Ketua B2P3 Bang Jamal, dan alhamdulillah beliau mendukung program pendirian ponpes bagi kader-kader PP nantinya,” imbuh Zul.

Menurut Zul, dirinya tertarik untuk mengembangkan dakwah di kalangan buruh migran di luar negeri. Pasalnya, kebutuhan dakwah rutin di banyak negara penempatan seperti Hongkong, Korea Selatan, Taiwan, dan Jepang sangat dirasakan para pekerja migran di sana. Tidak sedikit para PMI yang ketika orangtuanya meninggal tidak tahu apa yang harus dilakukan, tidak tahu cara memandikan mayit, cara mengawal bacaan kematian jelang sakratul maut, bacaan tahlil, dan kiat menghindar dari pergaulan bebas,

Selama ini, lanjut Zul, para dai berdakwah ke kantong-kantong PMI di luar negeri hanya ada pada waktu tertentu seperti saat bulan Ramadan atau saat halal bihalal. Padahal, kebutuhan pelayanan dakwah rutin sangat dibutuhkan para PMI di sana.

“Insya Allah, kami akan wujudkan kebutuhan spiritual PMI di luar negeri melalui pelatihan para da’i migran akan kemampuan bahasa asing 3 bulan di pondok kami nantinya,” ujar Zul.

Zul yang juga duduk sebagai Wakil Ketua B2P3 membidangi PMI ini mengharapkan program pelatihan Da’i migran ini bisa bekerjasama dengan BP2MI, Kemenaker, Asosiasi PJTKI dan BUMN

“Keberhasilan program ini ditentukan salah satunya dengan kolaboari dengan pemerintah, dan swasta. Urusan PMI ini memang melibatkan banyak pihak,” paparnya.

Selain pelatihan Da’i Migran, Zul menambahkan, Ponpes yang akan didirikan ini juga akan mendidik anak-anak yatim baik dari kalangan Pemuda Pancasila maupun dari anak yatim dari kalangan buruh migran.

“Insya Allah semua dana pendidikan di pesantren kami ini akan kami berikan secara gratis. Mohon do’a agar rencana ini dipermudah oleh Allah Swt,” pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Jelang Paskah Pengamanan Gereja di Sidoarjo Diperketat

BERITA TERKAIT