21 April 2021, 14:57 WIB

KPK: Perempuan Punya Peran Besar dalam Pemberantasan Korupsi


Dhika Kusuma Winata | Humaniora

KAUM perempuan dipandang memiliki andil besar dalam pembangunan bangsa. Peran dan potensi kaum perempuan dalam upaya pemberantasan korupsi juga dinilai penting.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait peringatan Hari Kartini pada Rabu (21/4) ini. "Tidak sedikit perempuan yang berani menantang perilaku koruptif, serta kejahatan korupsi. Meski melibatkan teman, sahabat, bahkan anggota keluarganya," ujar Ketua KPK Firli Bahuri.

"Bahwasanya, sudah tidak terhitung dukungan dan informasi, beserta bukti konkret yang diberikan srikandi anti korupsi kepada kami," imbuhnya.

Baca juga: Sri Mulyani: Jaga dan Pelihara Semangat Juang Kartini

Firli menyebut kehadiran perempuan dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, memiliki andil besar. Terutama, dalam membentuk, menentukan arah, tujuan dan masa depan bangsa. Pasalnya, dari rahim perempuan akan lahir calon generasi penerus dan pemimpin negeri.

"Bukan sekedar melahirkan, peran sentral kaum hawa dalam 'asah asih dan asuh', sangat menentukan kualitas generasi penerus masa depan bangsa," pungkas Firli.

Menurutnya, kasih sayang, nilai agama, moral, etika, budaya serta kejujuran, yang disemaikan perempuan kepada generasi muda terbilang penting. Sehingga, mereka memiliki integritas dan karakter kuat antikorupsi. 

Baca juga: Perempuan Punya Andil Besar dalam Riset dan Inovasi di Indonesia

"Peran dan andil besar ini, jelas diperlukan KPK serta segenap eksponen bangsa. Dalam upaya pemberantasan korupsi yang telah berurat akar, hingga menjadi laten di Bumi Pertiwi," kata dia.

Firli membeberkan bentuk andil dan peran besar kaum perempuan dalam upaya pemberantasan korupsi. Itu tercermin dari tingginya animo perempuan di seluruh daerah untuk menjadi agen Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK).

Agen SPAK terdiri dari berbagai latar belakang perempuan. Mulai dari ibu rumah tangga, pedagang, guru, perempuan berkarier di pemerintahan atau swasta, hingga istri pejabat negara. Mereka memiliki visi dan misi yang sama, yaitu tidak ingin korupsi dan ingin perilaku koruptif hilang di republik ini.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT