20 April 2021, 13:11 WIB

Survei, Mayoritas Mahasiswa dan Dosen UI Pilih Blended-Learning


 Faustinus Nua | Humaniora

UNIVERSITAS Indonesia (UI) melakukan survei kesiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka yang akan dimilai pada Juli 2021. Dari hasil survei, tercatat 48% atau 9.083 mahasiswa dan 61% atau 982 dosen UI memilih skema blended-learning.

"Berdasarkan data hasil survei terhadap total 20.533 responden tersebut per 15 April 2021, mayoritas mahasiswa dan dosen UI memilih metode pembelajaran bauran (blended-learning) untuk diterapkan pada Semester Gasal Tahun Akademik 2021/2022, dibandingkan metode pembelajaran yang tatap muka penuh maupun pembelajaran daring penuh," ungkap Kepala Biro Humas dan KIP UI Amelita Lusia dalam keterangan resmi, Selasa (20/4).

Responden survei tersebut terdiri dari 18.923 mahasiswa dan 1.610 dosen dari 14 Fakultas, Sekolah Ilmu Lingkungan, Sekolah Kajian Stratejik dan Global, dan Program Pendidikan Vokasi.

Secara rinci, hasil survei menunjukkan bahwa 9.083 (48%) mahasiswa memilih KBM Bauran dan  5.298 (28%) mahasiswa memilih KBM daring penuh, sedangkan pembelajaran tatap muka penuh menjadi opsi yang paling sedikit dipilih, yaitu hanya 4.542 (24%) mahasiswa.

"Dari survei terhadap para dosen UI, dari 1.610 responden yang mengisi, 982 responden (61%) memilih blended-learning, kemudian pembelajaran daring penuh sebanyak 483 responden (30%), sedangkan pembelajaran tatap muka penuh hanya dipilih oleh sisanya (9%)," imbuhnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan para sivitas akademika UI yang menjadi responden berharap agar persiapan sudah dilakukan dengan memperhatikan aspek penegakan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, melakukan vaksinasi terhadap dosen, vaksinasi tenaga kependidikan, dan vaksinasi mahasiswa, yang dilaksanakan secara berkala.

Selain itu, para responden juga berharap agar kuliah tatap muka hanya dilakukan pada mata kuliah yang sangat memerlukan interaksi langsung, seperti kuliah lapangan dan praktikum.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI, Prof. Abdul Haris, menegaskan bahwa pihaknya akan mempersiapkan kebijakan sebaik mungkin seandainya nanti UI menerapkan pembelajaran bauran pada semester mendatang, kecuali untuk kegiatan yang sangat memerlukan interaksi langsung. 

Persiapan itu termasuk vaksinasi terhadap dosen dan tendik yang saat ini sedang berlangsung, serta vaksinasi untuk mahasiswa yang direncanakan berikutnya.

“Perlu ada rencana yang matang terkait penyusunan jadwal perkuliahan, pengaturan kapasitas ruang kelas, laboratorium, dan asrama, serta mekanisme pengawasan aktivitas dosen dan mahasiswa,” ujar Prof. Haris.

Dari survei tersebut juga diketahui bahwa 80% dosen dan 17% mahasiswa UI telah divaksinasi. “Prinsipnya, kami ingin menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh sivitas akademika selama berkegiatan di kampus,” tutul Prof. Haris.(Van/OL-09)

BERITA TERKAIT