19 April 2021, 20:37 WIB

Baznas Tingkatkan Hasil Panen Mustahik dengan Pestisida Alami


mediaindonesia.com | Humaniora

DUA kelompok tani binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) Baznas, Tunas Widara dan Tunas Mandiri mengadakan pertemuan di gudang tani Desa Widarasari, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada pekan lalu.

Pertemuan tersebut sebagai ajang penguatan ilmu praktek pembuatan pestisida alami dari proses pembakaran kayu atau sering disebut dengan sebutan cuka kayu atau asap cair.

Sebanyak 45 petani hadir dalam praktek pembuatan cuka kayu sebagai dasar pengelolaan padi organik. Kegiatan ini turut dihadiri oleh penyuluh pertanian dan pemerintah desa terkait. Pelatihan dipimpin langsung oleh pendamping program Lumbung Pangan BAZNAS, Herdiana.

Dalam proses prakteknya, alat yang digunakan berupa gergaji, golok, drum, tabung preon/tabung sanyo, pipa. Sementara itu, untuk bahan yang digunakan adalah limbah kayu bakar.

Proses pembakaran limbah kayu berjalan selama 6 jam dan proses pendinginan selama 12 jam. Dari proses tersebut, akan dihasilkan dua jenis produk yakni cuka kayu sebagai pestisida dan arang kayu yang masih memiliki nilai ekonomis, bisa dijual untuk meningkatkan pendapatan kelompok.

Selain praktik cuka kayu, pengarahan pengaplikasian penggunaan pupuk kompos pun disampaikan, petani yang sudah terbiasa menggunakan pupuk kandang yang masih mentah perlahan diarahkan untuk menggunakan pupuk kompos yang sudah jadi atau sudah melalui proses permentasi, hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan hasil panen.

Jaeni, 56, salah satu anggota kelompok tani mengungkapkan rasa bersyukur karena masih bisa belajar terkait pertanian terutama dalam pembuatan pestisida alami, karena kemudahan bahan yang digunakannya untuk ditemui.

Nantinya kelompok tani akan mengaplikasikan pestisida alami ini di lahan percontohan kelompok untuk melihat hasilnya, karena mayoritas petani belum mengetahui tentang pestisida alami ini. Ketika sudah ada pembuktian hasil, kelompok akan memproduksi pestisida alami ini untuk kebutuhan kelompok. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT