19 April 2021, 19:54 WIB

Allianz Gencarkan Upaya Peningkatan Peran Perempuan


mediaindonesia.com | Humaniora

KESETARAAN gender kian menjadi topik hangat di kalangan masyarakat global, terutama di Indonesia yang saat ini tengah menyambut Hari Kartini yang sangat erat dengan topik tersbut. Di lain sisi Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan kesetaraan gender yang belum memadai, dengan posisi peringkat ke-85 dari 153 negara.

Ketidaksetaraan dapat terjadi dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, seperti dalam dunia pekerjaan dan rumah tangga. Dalam ranah pekerjaan, kesenjangan gender masih terhitung tinggi akbat diskriminasi terhadap perempuan yang terjadi secara sistematis.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) melaporkan beberapa tindakan pelanggaran hak wanita di tempat kerja, seperti pemberian gaji yang lebih rendah daripada pria, PHK pada perempuan hamil, tidak diberikannya cuti haid, hingga kurangnya fasilitas bagi para pekerja perempuan untuk memberikan ASI, dan sebagainya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Puspayoga menyatakan bahwa realita di lapangan menunjukkan saat ini perempuan masih tertinggal dibandingkan laki-laki, baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga keterwakilan dalam politik. 

Menurutnya, komplikasi perwujudan kesetaraan gender di Indonesia
sejalan dengan timpangnya akses partisipasi yang salah satunya dipicu oleh nilai patriarki dan konstruksi sosial di masyarakat. Kondisi ini tentunya memberikan gambaran kurang baik bagi para perempuan generasi penerus bangsa. 

Namun semenjak kesadaran terhadap kesetaraan gender mulai meningkat, berbagai pihak sudah berupaya untuk menyuarakan dan menggerakan perbaikan. 

Pemerintah juga meminta dukungan dari berbagai elemen masyarakat, seperti organisasi perempuan, dunia usaha, hingga media untuk mendukung realisasi kesetaraan gender dengan efektif, dan mulai terlihat hasil positif dalam ranah pekerjaan. 

Menurut data Gender-Equality Index oleh Bloomberg, sekitar 380 perusahaan di 44 negara dan wilayah, termasuk Indonesia, telah berupaya meningkatkan kesetaraan gender, melalui lingkungan kerja yang fleksibel, budaya yang inklusif, serta tunjangan di luar tempat kerja. Salah satu diantaranya adalah Allianz.

Sebagai perusahaan asuransi terdepan global, baru-baru ini Allianz mengungkapkan upaya perusahaan dalam menyikapi tantangan ketidaksetaraan gender. 

“Saya percaya bahwa ketidaksetaraan gender disebabkan oleh stereotip dan bias. Hal ini diperkuat dengan kehadiran media sosial, di mana perbedaan pendapat, penampilan, kemampuan atau apapun dapat menimbulkan konflik. Kita harus mengubahnya. Ketika orang lain gagal melihat keindahan dalam perbedaan, kita harus semakin menjunjung tinggi nilai tersebut, dengan selalu melihat perbedaan dalam sudut pandang yang positif,” ujar Chief Marketing Officer, Allianz Life Indonesia Karin Zulkarnaen.

Di perusahaannya, sambung Karin, tidak ada kesenjangan gaji antara laki-laki dan perempuan. Allianz juga menawarkan jam kerja yang fleksibel dengan mempertimbangkan mereka yang memiliki keluarga. Bahkan saat ini tengah diupayakan untuk merepakna cara baru dalam bekerja yang lebih memberikan fleksibilitas lokasi bagi karyawan, yang direncanakan untuk terus dilanjutkan setelah pandemi usai. 

"Mulai tahun lalu, kami juga memberikan cuti melahirkan selama empat bulan bagi karyawan wanita agar bisa mengurus dan menyusui bayi mereka lebih lama,” tambah Karin.

Sebagai perusahaan yang terus berupaya mewujudkan kesetaraan, Allianz juga mendukung masyarakat dengan memberikan program-program literasi keuangan dan pembinaan enterpreneurship bagi kalangan perempuan karena banyak dari mereka yang berkewajiban untuk mengelola keuangan keluarga. 

Selama kurun waktu 2020, keseluruhan rangkaian program literasi keuangan Allianz pun telah menjangkau lebih dari 500 ribu peserta dalam berbagai bentuk program yang menargetkan komunitas-komunitas, dengan mayoritas di antaranya berasal dari kalangan perempuan.

BERITA TERKAIT