19 April 2021, 10:05 WIB

Menkes: Vaksinasi Baru 5%, Covid-19 Masih Mengintai


Atalya Puspa | Humaniora

MASYARAKAT diminta tidak bereuforia terhadap kehadiran vaksin dan fakta menurunnya kasus covid-19 di Indonesia. Pasalnya, ancaman lonjakan kasus masih mengintai seperti yang dialami sejumlah negara di wilayah Asia, Amerika Selatan, dan Eropa.

"Kita harus ingat bahwa cakupan vaksinasi di Indonesia baru 5% sampai 6%. Kalau cakupan vaksinasi kita masih di bawah 50% dan PPKM kita kendor, kasus bisa kembali naik," tegas Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Minggu (18/4).

Ia menjelaskan, lonjakan kasus di berbagai negara terjadi karena banyak hal mulai dari longgarnya penerapan protokol kesehatan, rendahnya cakupan vaksinasi, hingga munculnya varian baru B.1.1.7 yang lebih cepat menyebar.

Menurut Menkes, munculnya varian baru menjadi ancaman tersendiri terhadap kasus covid-19 di Indonesia. Dikatakan bahwa kini varian B.1.1.7 yang tergolong ke dalam varian covid-19 yang perlu diwaspadai sudah menyebar di Indonesia.

"Hingga 6 April 2021, Indonesia telah melaporkan 10 sekuens varian B.1.1.7. Meskipun masih rendah, ini harus diwaspadai karena penularannya lebih cepat," ungkapnya.

B.1.1.7, terang Menkes, banyak masuk dari Arab Saudi. Namun, Kemenkes juga mendapati kita juga perhatikan ada beberapa daerah yang menyebar karena transmisi lokal, yakni di Kalimantan Selatan, Medan, Karawang, Palembang.

"Makanya kita gencarkan genome sequencing dan vaksinasi di sana," tambahnya.

Melihat ancaman-ancaman tersebut, Budi menuturkan terdapat sejumlah langkah yang harus ditempuh, diantaranya yakni meningkatkan surveilans genomik, dan pembatasan mobilitas masyarakat harus juga dilakukan guna mencegah kenaikan kasus baru.

"Kita tidak boleh lengah. Urusan virus ini sudah kayak militer saja. Tetap pakai masker, jaga jarak, kalau kasus sampai turun nanti jangan sampai kita jadi lupa diri," pungkasnya. (H-2)

BERITA TERKAIT