15 April 2021, 21:20 WIB

Asupan Asam Amino Essensial Bisa Cegah Stunting


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora

STUNTING masih menjadi permasalahan bagi Indonesia yang mana percepatanan penanganannya pun menjadinprioritas pemerintah. Dalam mencegah stunting ini diperlukan tingginya asupan nutrisi. Hal ini bisa didapat dari asam amino assensial.

Menurut Menurut Pakar penyakit nutrisi dan metabolik anak, Damayanti Rusli Sjarif, asam amino ini bisa didapat dari protein dari berbagai macam makanan, terutama protein hewani seperti telur, ikan, daging hingga ayam.

"Seseorang kekurangan zat gizi sampai dia mengalami perawakan pendek karena kurang makro nutriennya. Jadi makno nutriennya itu karbohidrat, energi dan protein. Dan bukan hanya protein tapi asam amino essensialnyua," kata Damayanti dalam konferensi pers Frisian Flag, Kamis (15/4),

Ia menambahkan, pertumbuhan anak memerlukan protein dengan asam amino essensial lengkap dan cukup. Asam amino essensial ini merupakan jenis asam amino yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh, sehingga harus diperoleh dari makanan atau minuman.

Setidaknya, ada 9 jenis asam amino esensial yang memainkan peran penting untuk kesehatan tubuh, yaitu: Phenylalanine, Valine, Threonine,

Tryptophan, Methionine, Leucine, Isoleucine, Lysine, Histidine. Kesembilan asam amino tersebut memiliki berbagai macam fungsi di dalam tubuh seperti membentuk dan memperbaiki jaringan tubuh, misalnya jaringan otot, kulit, kuku, jaringan ikat, saraf, dan rambut, emproduksi energi, menghasilkan antibodi untuk membentuk daya tahan tubuh, mendukung proses tumbuh kembang bayi dan anak-anak, m enunjang penyerapan berbagai mineral, seperti zinc dan selenium, mempercepat proses penyembuhan luka, mendukung produksi hemoglobin dan sel darah merah, memproduksi kolagen hingga mengatur nafsu makan, siklus tidur, dan suasana hati atau mood.

Ia pun mengatakan, protein hewani harus ada dalam makanan pendamping air susu Ibu (MPASI) anak. Hal itu dibuktikan oleh penelitian di Afrika yang pernah membandingkan anak yang memiliki pola makan vegan atau sama sekali tidak mengonsumsi produk hewani dengan anak yang makan protein hewani.

Dari penelitian tersebut, hasilnya, anak yang mengonsumsi protein hewani memiliki tubuh lebih tinggi dibandingkan yang hanya mengonsumsi protein nabat

Lebih lanjut ia mengungkapkan, kondisi stunting harus menjadi perhatian bersama karena kondisi ini pun dapat melemahkan otak anak. Dengan kata lain kemampuan berpikir yang kurang. Kekurangan gizi kronik dari protein yang harusnya dibutuhkan anak menghambat kemampuan otak untuk bekerja. Hal itu bisa terjadi hingga masa panjang anak beranjak dewasa.

Ia menjelaskan, metabolisme otak menggunakan 50-60 persen dari asupan kalori harian. Maka jika asupan kurang, otak akan mengalami kekurangan IQ.

"Usia di bawah dua tahun adalah angka yang tepat untuk memperbaiki gizi anak agar tidak alami stunting. Bila lewat dari usia tersebut, yang bisa diperbaiki adalah fisiknya saja," kata Damayanti. (OL-13)

Baca Juga: Empat Rumah Sakit di Yogja Lakukan Pilot Studi VCO untuk Covid-19

BERITA TERKAIT