15 April 2021, 16:11 WIB

Sosialisasi Terapi Plasma Konvalesen Ajak Penyintas Berdonor


Mediaindonesia.com | Humaniora

PUBLIK yang teredukasi baik akan lebih mudah diajak. Demikian latar belakang Sinar Mas melalui gerakan Pengusaha Peduli NKRI bersama Yayasan Buddha Tzu Chi dan Palang Merah Indonesia menggelar zoominar Yuk, Donor Plasma!

"Langkah penyembuhan pasien covid-19 melalui transfusi plasma konvalesen merupakan alternatif yang belum menjadi pilihan, bukan karena lemahnya solidaritas ataupun kepedulian masyarakat, tetapi lebih karena ketidaktahuan publik, termasuk para penyintas selaku pendonor," kata Managing Director Sinar Mas Saleh Husin dalam keterangan resminya, Kamis (15/4).

Menurut Saleh, pihaknya mencoba mengatasi kendala itu. Selain melalui gelaran donor plasma, juga memperkuat sosialiasi serta edukasi publik. "Agar semakin berdaya, kami turut menggandeng Pengusaha Peduli NKRI," ujarnya dalam acara yang menghadirkan secara daring Ketua Bidang Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Pusat Linda Lukitari Waseso, pemrakarsa terapi plasma konvalesen bagi pasien covid-19 Theresia Monica Rahardjo, bersama pendiri plasmahero.id Ariani selaku narasumber.

"Kami berharap diskusi dapat memberikan gambaran yang jelas sekaligus ilmiah bagi publik tentang apa dan bagaimana donor plasma konvalesen. Karena selain membantu melengkapi terapi lain, metode ini menempatkan para penyintas menjadi para penyelamat," kata Saleh. Kehadiran Pengusaha Peduli NKRI ia yakini akan membuat sosialisasi dan kesediaan berdonor berlangsung meluas.
 
Sebelumnya, Sinar Mas melalui Bakti Sosial Donor Plasma Konvalesen di Jakarta, Kamis (8/4), telah menggalang solidaritas para karyawan. Tercatat sebanyak 122 orang turut berpartisipasi. Setelah menjalani proses pemantauan, 17 di antara mereka memenuhi syarat mendonorkan plasma.

Sedikit berbeda dengan donor darah reguler, sebelum plasma darah dapat diterima oleh pasien covid-19, pendonor terlebih dulu mesti memenuhi ketentuan medis, di antaranya berusia antara 18 hingga 60 tahun, berat badan minimal 55 kg, terbebas dari sejumlah penyakit, dan harus melalui proses pemantauan kondisi antibodi (screening) sehari sebelumnya. Kesempatan mendonorkan plasma darah hanya dapat dilakukan penyintas hingga tiga bulan pascasembuh.

Theresia Monica Rahardjo mengapresiasi peran PMI selaku tulang punggung ketersediaan plasma konvalesen yang melaksanakan screening, pengambilan, dan penyimpanan plasma dengan standar terbaik, kemudian mendistribusikan hingga lebih dari 29.000 kantong plasma ke seluruh Indonesia, sembari membangun pangkalan mahadata, serta bank plasma, sehingga antrean pasien dapat terurai. "Pencapaian ini tidak lepas dari solidaritas masyarakat lewat berbagai gerakan donor plasma konvalesen, sehingga ketersediaan plasma semakin meningkat," ujarnya.

Pengusaha Peduli NKRI merupakan gerakan sosial lintas sektor privat. Sinar Mas menjadi salah satu yang sejak pandemi berlangsung aktif menyalurkan donasi peralatan medis, alat pelindung diri, perangkat uji cepat, serta suplemen kesehatan, dan bahan pangan bagi para petugas medis, juga masyarakat. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT