14 April 2021, 20:27 WIB

PPKM Diklaim Efektif, Penanganan Pandemi Terus Membaik


M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora

PERKEMBANGAN penanganan pandemi covid-19 di Indonesia terus mengalami perbaikan. Hal itu ditunjukkan dengan berbagai presentase yang capaiannya lebih baik bila dibandingkan skala global.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Ailrangga dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi DKI Jakarta, yang dikutip dari siaran pers, Rabu (14/4). Dia bilang, keberhasilan penanganan pandemi di Tanah Air merupakan hasil dari efektivitas Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Maksyarakat (PPKM) skala mikro.

"Kebijakan PPKM skala mikro terbukti efektif karena jumlah kasus baru terkonfirmasi covid-19 menunjukkan tren penurunan kasus hampir di semua provinsi termasuk DKI Jakarta," ujar Airlangga.

Dia bilang, tren persentase kasus aktif di Indonesia saat ini berada pada 6,90% yang berarti lebih rendah dari global yang masih 17,36%. Bersamaan dengan hal tersebut, tren presentase kesembuhan di Indonesia mencapai 90,40% yang juga lebih tinggi dari tren kesembuhan global yang berada pada 80,46%. 

Terkait realisasi vaksinasi, Indonesia berada di posisi 9 besar dunia dan termasuk 4 besar dunia dalam hal penyuntikan yang dilakukan oleh negara bukan produsen vaksin. Akselerasi pendistribusian vaksin covid-19 di Indonesia hingga 13 April 2021 sebanyak 15,6 juta dosis telah disuntikkan.

Baca juga : PPKM Mikro akan Diperpanjang hingga Herd Immunity Tercapai

Sejalan dengan itu, kondisi perkonomian nasional sudah mulai pulih. Sektor yang berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) adalah industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan. Selain itu, beberapa sektor masih mampu bertahan dan tumbuh signifikan adalah sektor informasi dan komnikasi (infokom), kesehatan, pertanian, dan jasa pendidikan.

"Sektor kesehatan, infokom, keuangan, pendidikan dan real estate maenjadi penopang di Provinsi DKI Jakarta. Pemerintah sendiri melihat bahwa jenis pengangguran meningkat juga di Jakarta," jelas Airlangga.

Kartu Prakerja merupakan salah satu solusi dari pemerintah untuk menangani masalah pengangguran di masa pandemi covid-19 dan telah mencapai Gelombang XVI dengan total penerima kumulatif yang sudah diterima sebanyak lebih dari 8,2 juta orang. Sejumlah Rp13,39 triliun insentif telah disalurkan pada tahun 2020 dan Rp786 miliar rupiah pada tahun 2021.

"Di Provinsi DKI Jakarta, terdapat sebanyak 285 ribu orang penerima Kartu Prakerja yang tersebar di 5 kota dan 1 kabupaten. Insentif sebesar Rp107 miliar rupiah telah disalurkan kepada peserta tersebut," terang Airlangga.

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga memaparkan Peraturan Presiden 109/2020 tentang Proyek Strategis Nasional memiliki 201 Proyek dan 10 Program dengan total nilai investasi Rp4.817,7 Triliun. Dalam Proyek Strategis Nasional terdapat proyek-proyek strategis nasional yang mendukung infrastruktur Provinsi DKI Jakarta. Proyek strategis tersebut meliputi sektor jalan, transportasi, sumber daya air (pengendali banjir, air minum dan sanitasi) serta sektor perumahan. (OL-7)

BERITA TERKAIT