14 April 2021, 14:42 WIB

BNPB Ingatkan 30 Kepala Daerah Waspadai Potensi Bibit Siklon 94W


Robby Pratama | Humaniora

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta 30 kepala pemerintah daerah di tingkat provinsi untuk mewaspadai potensi bibit siklon tropis 94W. Kewaspadaan tersebut disampaikan melalui surat yang dikirim kepada para gubernur.  

Deputi Bidang Pencegahan BNPB,  Lilik Kurniawan mengatakan kewaspadaan itu untuk menekankan pada peringatan dini dan langkah-langkah kesiap siagaan, termasuk evakuasi dan penyampaian informasi.

Baca juga: Bawa Bantuan ke NTT, BNPB: Kami Upayakan Semaksimal Mungkin

"Apa yang kami sampaikan yang pertama adalah kepala daerah kami minta untuk  meningkatkan kewaspadaan khususnya untuk daerah-daerah yang memang sudah diberikan rekomendasi oleh BNPB. Daerah diminta untuk kemudian menyosialisasikan kemungkinan potensi yang ada di daerah mereka terkait dengan ancaman banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung," ujar Lilik.

BNPB, kata dia, menyikapi informasi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait siklon tropis 94W. "Jadi BNPB sudah berkoordinasi dengan BMKG dan beberapa kementerian lembaga terkait dengan potensi bibit siklon tropis 94 W yang akan terjadi di beberapa tempat di indonesia sehingga kemudian mengambil langkah-langkah untuk memberikan peringatan pada daerah."

"Kepada para kepala daerah diminta untuk menyiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan dan alat-alat berat yang dimungkinkan dapat membantu daerah-daerah yang longsor maupun banjir khususnya daerah-daerah yang khususnya diwaspadai akan terjadi bencana yang terkait dengan siklon tropis tersebut," ujarnya.

Adapaun ke-30 wilayah administrasi setingkat provinsi yang diberi surat kewaspadaan, yaitu daerah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Di samping itu, Lilik mengingatkan kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk mengambil langkah pencegahan. "yang pertama mereka harus melihat situasi yang ada di daerah sekitarnya. Apakah mereka ada di daerah yang dekat sungai kemudian daerah yang tebing yang terjal sehingga rawan longsor longsor dan sebagainya."

"Selain sudah menentukan lokasi lokasi tempat evakuasi yang bisa mereka gunakan pada saat mereka akan dievakuasi nanti. Evakuasi ini ada beberapa syarat di antaranya adalah daerahnya harus aman kemudian mudah dijangkau oleh masyarakat sehingga mereka dengan mudah bisa pergi ke tempat yang sudah disepakati untuk tempat evakuasi," ujar Lilik.

BNPB, kata dia, menyiapkan Call Center pada daerah yang kemungkinan akan terdampak pada siklon tersebut. "Untuk daerah yang kemungkinan akan terpapar siklon tropis ini silakan untuk kemudian mengacu pada informasi dari BMKG dan kami siap dan menyiapkan call center 117 sebagai pusdalops BNPB sehingga masyarakat atau pemerintah daerah yang membutuhkan kami siap."

Diharapkan dengan adanya kesiagaan kewaspadaan dan koordinasi tersebut, masyarakat bisa selamat dan kepala daerah khususnya yang terdampak bencana dapat menyiapkan dan mengelola seluruh sumber daya manusia, logistic, peralatan, penyiapan sarana dan prasarana untuk penanganan keadaan darurat serta penyiapan fasilitas layanan Kesehatan sesuai dengan protokol kesehatan covid-19. (A-1)

BERITA TERKAIT