13 April 2021, 14:50 WIB

Lapan : Jawa dan Sulawesi Berisiko Banjir dan Tanah Longsor


Zubaedah Hanum | Humaniora

PUSAT Sains dan Teknologi Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (PSTA-Lapan) menyampaikan, musim hujan di wilayah Indonesia berpeluang terjadi hingga Mei 2021 mendatang. Sejumlah daerah berisiko mengalami banjir dan tanah longsor karenanya.

"Musim hujan di wilayah Indonesia kemungkinan besar masih berlangsung sampai bulan Mei 2021 untuk wilayah Indonesia barat dan sampai bulan Juni untuk wilayah timur Indonesia," demikian informasi yang disampaikan oleh Tim Variabilitas Iklim dan Awal Musim (TIVIAM), PSTA-Lapan dalam akun media sosialnya, Selasa (13/4).

Menurut Lapan, wilayah-wilayah yang perlu dipantau pada April 2021 adalah daerah pegunungan Jawa Barat dan Jawa Timur, Sulawesi bagian tengah dan Indonesia bagian timur. Pasalnya, wilayah-wilayah itu masih mempunyai probabilitas sangat tinggi untuk mendapat curah hujan deras yang dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor.

Sedangkan, angin kencang dan gelombang laut yang tinggi kemungkinan besar terjadi di perairan selatan Jawa pada bulan April 2021, dan seluruh perairan selatan Indonesia pada bulan-bulan berikutnya.

PSTA-Lapan mencatat, intensitas hujan selama Maret memang mulai menurun dibandingkan Februari 2021. Meskipun demikian, intensitas hujan rata-rata selama bulan Maret tersebut normal sesuai dengan kondisi klimatologis.

"Curah hujan yang berkurang selama Maret tersebut sesuai dengan data kelembapan selama bulan Maret yang berada pada rentang sedang atau moderat untuk sebagian besar wilayah Indonesia," tulis PSTA-Lapan.

Hujan yang terbentuk selama Maret lebih banyak dibangkitkan oleh aktivitas sirkulasi diurnal dan lokal. Hal ini membuat hujan yang terbentuk di wilayah Indonesia terdistribusi dalam struktur fraktal dan cuaca ekstrem yang dihasilkan bersifat sangat lokal, yaitu berupa hujan deras singkat atau puting beliung.

Sementara itu, pembentukan vorteks di Samudra Hindia bagian selatan yang jauh dari Sumatra-Jawa telah menciptakan wilayah konvergensi yang menjauhi wilayah Indonesia dan cenderung mengalihkan proses inisiasi konveksi dalam skala meso di wilayah selatan Indonesia.

Sebagai langkah antisipatif bencana kebakaran hutan, PSTA-Lapan juga merekomendasikan agar wilayah Sumatra bagian timur dan Kalimantan Tengah dipantau intensif sejak sekarang karena mempunyai probabilitas tinggi untuk mengalami suhu tinggi di atas 32 derajat Celcius. (H-2)

 

BERITA TERKAIT