12 April 2021, 19:02 WIB

Peneliti Bosscha Gagal Amati Hilal karena Mendung


Depi Gunawan | Humaniora

TIM peneliti Observatorium Bosscha Lembang, Kabupaten Bandung Barat gagal mengamati hilal atau bulan baru pertanda datangnya bulan puasa 1 Ramadhan karena cuaca sekitar lokasi pengamatan kurang mendukung alias mendung.

"Observatorium Bosscha melaporkan hilal tidak berhasil teramati hingga terbenamnya bulan pada 18:08 WIB. Cuaca dalam keadaan mendung merata memberikan halangan untuk mendeteksi sabit bulan tipis," ucap Peneliti Observatorium Bosscha, Yatni Yulianti saat dihubungi, Senin (12/4) petang.

Kegiatan pengamatan hilal yang dilaksanakan kali ini dilakukan secara tertutup atau hanya diikuti oleh staf Bosscha mengingat masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Sejak hari pertama pengamatan pada Sabtu (10/3) lalu, pihaknya menyediakan link streaming bagi masyarakat yang ingin turut serta melakukan pengamatan hilal awal Ramadan di kanal YouTube Bosscha Observatory https://youtu.be/Ri40fCrjuBA .

"Pengamatan dibantu 2 buah teleskop berukuran 106 mm dan 66 mm berjenis refraktor yang masing-masing dilengkapi detektor kamera berbasis CCD. Citra yang ditangkap oleh kamera kemudian diproses menggunakan perangkat pengolahan citra untuk meningkatkan tampilan sabit bulan," bebernya.

Meski hilal tidak terlihat, tim peneliti Bosscha tetap menyerahkan hasil pengamatan ini kepada pemerintah Republik Indonesia sebagai pihak yang berwenang menentukan awal Ramadhan untuk menjadi bahan masukan sidang itsbat.

"Tugas Observatorium Bosscha adalah menyampaikan hasil perhitungan, pengamatan, dan penelitian tentang hilal kepada pemerintah yang berwenang jika diperlukan sebagai masukan untuk sidang itsbat," jelasnya.

Sebagai institusi pendidikan dan penelitian di bidang astronomi, Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan pengamatan hilal atau bulan sabit muda pada hampir setiap bulan.

Observatorium Bosscha setiap tahunnya menjadi salah satu rujukan untuk penetapan awal Ramadhan dan Syawal bagi Kementerian Agama Republik Indonesia dan masyarakat umum. (OL-13)

Baca Juga: Doa Ramadan

 

BERITA TERKAIT