10 April 2021, 21:32 WIB

PTN Diminta tak Memberatkan Peserta dengan Swab Antigen


Faustinus Nua | Humaniora

MENJELANG UTBK-SBMPTN 2021, sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menjadi pusat UTBK menetapkan berbagai persyaratan bagi peserta. 

Salah satu persyaratan wajib adalah penerapan protokol kesehatan bagi para calon mahasiswa lantaran tes yang harus dilaksanakan di tengah pandemi.

Dari pantauan Media Indonesia, protokol kesehatan yang diwajibkan pada setiap Pusat UTBK berbeda-beda. Bahkan beberapa diantaranya mewajibkan peserta untuk melakukan tes swab antigen dengan biaya yang cukup mahal dan sebagian lagi hanya menerapkan protokol standar seperti 3M.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi X DPR RI Dede Yusuf meminta PTN untuk tidak memberatkan peserta UTBK. PTN harus lebih bijak dalam menerapkan persyaratan bagi mahasiswa.

"Kalau domain kampus tentunya kita berharap kampus lebih bijak lagilah di dalam memberikan persyaratan-persyaratan," ungkapnya kepada Media Indonesia, Sabtu (10/4).

Menurutnya, protokol kesehatan termasuk swab antigen memang penting untuk menghindari terjadinya penyebaran virus. Namun, tes serupa mempunyai banyak produk dengan varian biaya yang lebih terjangkau. Apalagi, produk seperti GeNose sudah banyak dipakai dengan keakuratan di atas 95%.

"Kalau ada barang yang lebih murah kenapa harus pakai yang mahal? Saya sudah coba pakai GeNose, itu sudah sesuai standar kan akurasinya di atas 95%," imbuhnya.

Politisi PAN itu menganjurkan agar PTN benar-benar mempertimbangkan hal itu. Tidak semua calon mahasiswa berasala dari golongan mampu. Apalagi UTBK-SBMPTN ini merupakan jalur umum masuk PTN dengan peserta yang banyak di seluruh Tanah Air.

Di samping itu, Dede pun mengimbau agar pemerintah bisa memberi masukan kepada setiap Pusat UTBK. Walau syarat itu adalah kebijakan kampus, PTN juga merupakan bagian dari pemerintah dan seharusnya bisa diintervensi. (OL-8)

BERITA TERKAIT