09 April 2021, 14:20 WIB

Peneliti LIPI Sebut Mutasi Virus Berpotensi Kurangi Efikasi Vaksin


Faustinus Nua | Humaniora

Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wien Kusharyoto mengatakan bahwa mutasi virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 berpotensi mengurangi efikasi vaksin yang sudah ada saat ini. Pasalnya, mutasi tersebut telah mengubah DNA virus, sehingga tidak sesuai dengan vaksin yang sudah diproduksi.

"Mutasi seperti E484K memang berpotensi mengurangi efikasi vaksin. Mutasi E484K adalah salah satu mutasi pada varian dari Afsel dan Brasil," ujarnya kepada Media Indonesia, Jumat (9/4).

Baca juga: Pemerintah Larang Mudik, 166.734 Aparat Polri Dikerahkan

Meski demikian, Wien mengatakan pengaruh virus tersebut dapat diatasi dengan membatasi penyebarannya. Menurut dia, langkah itu akan sangat efektif mengurangi dampak mutasi virus pada efikasi vaksin.

Selain itu, untuk mengatisipasi maka perlu dilakukan modifikasi vaksin. Secara khusus untuk vaksin Merah-Putih yang tengah dikembangkan peneliti Indonesia, perlu memperhatikan pengaruh dari mutasi tersebut.

"Seandainya kita bisa produksi vaksin sendiri, kita bisa mengantisipasinya apabila muncul varian-varian baru dengan melakukan modifikasi pada vaksin tersebut," imbuhnya.

Lebih lanjut, Wien menjelaskan bahwa modifikasi vaksin bisa diawali dengan melakukan mutasi terarah pada gen/DNA penyandi protein spike. Protein seperti asam amino, asam glutamat pada posisi 484 digantikan oleh asam amino lisin (mutasi E484K). Kemudian dilanjutkan dengan produksi protein yang mengandung mutasi tersebut.

"Contoh asam amino asam glutamat (Glu atau E) disandi oleh GAG misalnya, sedangkan lisin (Lys atau K) disandi oleh AAG. Dengan demikian cukup dilakukan mutasi G menjadi A agar asam aminonya berubah," jelas Wien.

Dengan memaksimalkan dua langkat tersebut, mutasi virus sebenarnya tidak akan berdampak besar pada efikasi vaksin. Vaksin Covid-19 yang sudah tersedia bisa terus dugunakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.(

BERITA TERKAIT