09 April 2021, 12:52 WIB

Selama Pandemi, Pasien dengan Keluhan Asam Lambung Meningkat


Basuki Eka Purnama | Humaniora

SUDAH setahun lebih pandemi covid-19 menyerang Indonesia. Selama itu juga jumlah pasien yang mengeluhkan sakit pada area lambung turut mengalami peningkatan.

"Itu betul sekali, jumlah pasien yang berobat dengan keluhan masalah seperti maag, gastritis, sampai GERD mengalami peningkatan," ujar dokter spesialis penyakit dalam dari FKUI-RSCM Kencana Ari Fahrial Syam, Jumat (9/4).

Ari memang tidak mengungkapkan berapa jumlah peningkatan pasien yang mengeluhkan sakit pada area lambung namun dia memastikan kondisi itu
disebabkan stres akibat pandemi.

Baca juga: Bantu Puskesmas, Program Kampus Lacak Covid-19 Diluncurkan

"Sejak pandemi tidak dipungkiri banyak orang stres. Mereka tidak bisa keluar rumah, kurang bersosialisasi, bahkan ada yang kehilangan mata pencaharian," jelas Ari.

Ari memaparkan stres adalah salah satu penyebab utama keluhan penyakit asam lambung. Selain itu, gaya hidup sedentari atau kurang aktivitas selama work from home (WFH) atau berada di dalam rumah juga menyebabkan gangguan asam lambung.

"Kurang aktivitas, terlalu banyak rebahan, kemudian makanan dan minuman yang dikonsumsi juga sangat kurang diperhatikan baik jenis, jumlah, dan waktunya. Ini tentu sangat mempengaruhi kondisi lambung," jelas Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu.

Ari kemudian mengimbau agar masyarakat tetap menjaga pola makan sehat baik jenis, jumlah, dan waktunya. Serta tetap berolahraga meskipun olahraga ringan di dalam rumah.

"Jangan lupa untuk kelola stress, karena stress dapat memicu timbulnya berbagai jenis penyakit di dalam tubuh," jelas Ari. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT