09 April 2021, 07:00 WIB

Vaksinasi Saat Puasa, Tidur Cukup dan Jangan Lupa Makan Sahur


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

MAJELIS Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa bahwa vaksinasi Covid-19 dipastikan tidak akan membatalkan puasa saat dilakukan di bulan Ramadan.

Oleh karena itu, pelaksanaan vaksinasi akan terus berlangsung selama bulan ramadan dengan memperhatikan kondisi umat Islam yang sedang menjalankan puasa.

Di bulan Ramadan, umat Islam yang akan divaksinasi perlu untuk istirahat cukup dan sahur dengan makan makanan bergizi seimbang.

Epidemiolog Universitas Padjadjaran Budi Sudjatmiko menjelaskan, secara medis tidak ada perbedaan perlakuan vaksinasi saat bulan puasa maupun di luar bulan Ramadan.

"Secara medis tidak ada pengaruh dari berpuasa terhadap vaksinasi," kata Budi dalam keterangannya Jumat (9/4).

Karena tidak ada perbedaan, maka tidak ada persiapan khusus untuk mengikuti vaksinasi saat berpuasa Ramadan. Peserta hanya perlu istirahat yang cukup dan dipastikan untuk makan yang cukup di waktu sahur.

Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat FK Unpad itu menjelaskan, saat sahur, peserta sebaiknya memakan makanan yang mampu mencukupi kebutuhan gizi, di antaranya mengandung protein yang cukup, makan sayur-sayuran, hingga mengandung lemak yang cukup.

Peserta juga bisa menambah kandungan protein dengan mengonsumsi susu sebagai pelengkap makan sahur.

Perihal risiko munculnya gejala pasca-vaksinasi, Budi mengatakan, jika peserta mengalami gejala-gejala tertentu atau mengalami Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) di vaksinasi tahap pertama, sebaiknya bisa melakukan antisipasi dini.

"Jika peserta ada yang mengalami gejalanya agak parah pas vaksin pertama, mungkin saat vaksin kedua ini perlu dipersiapkan lagi," sebut Budi.

Jika mengalami kondisi seperti lemas atau mengalami dehidrasi,peserta juga bisa mempertimbangkan untuk membatalkan puasa agar tidak mengalami gejala serius.

Selain itu, peserta wajib untuk menghubungi narahubung vaksin atau layanan kesehatan terdekat jika mengalami KIPI.

"Silakan menghubungi kontak dokter yang ada di surat vaksinasi," papar Budi.

Unpad sendiri akan melaksanakan vaksinasi tahap kedua bagi pejabat pengelola, dosen, dan tenaga kependidikan mulai pertengahan April mendatang. Pelaksanaan vaksinasi tersebut bertepatan dengan ibadah puasa bulan Ramadan.

Sebelumnya, berdasarkan Fatwa tersebut direkomendasikan MUI agar pemerintah dapat melakukan vaksinasi di bulan Ramadhan demi mencegah penularan Covid-19.

"Vaksinasi yang akan dilakukan di bulan Ramadan ini nantinya akan dilakukan dengan memperhatikan kondisi umat Islam yang sedang menjalankan puasa," kata Jubir vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi.

Proses vaksinasi bisa dilakukan di siang hari pada saat umat muslim menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Artinya pemberian vaksinasi itu tidak membatalkan puasa

Vaksinasi tetap dilakukan baik untuk kalangan muslim maupun nonmuslim. Lebih lanjut dr. Nadia menjelaskan fungsi dari puasa ini di antaranya seperti detoksifikasi, puasa memberikan manfaat untuk kesehatan.

"Saya yakin puasa itu walaupun dalam kondisi berpuasa, kondisi tubuh kita tidak berpengaruh terhadap pemberian vaksinasi," ucapnya.

baca juga: Menkes: Embargo Penyebab Kedatangan 100 Juta Vaksin Terhambat

Tidak ada persiapan khusus dari pemerintah untuk melaksanakan vaksinasi di bulan Ramadhan. Yang penting yang harus diperhatikan sebelum vaksinasi di bulam puasa adalah istirahat cukup, dan sahur dengan makan makanan bergizi seimbang.

"Untuk vaksinasi nya sendiri kita tetap lakukan di pagi hari sampai sore, mungkin dapat juga dilakukan malam hari atau bisa juga dilakukan di masjid pada malam hari, asal tidak mengganggu ibadah di bulan Ramadan," pungkasnya.

Sukseskan program vaksinasi Covid-19 dan tetap disiplin protokol kesehatan 3M: Memakai masker dengan benar menutupi hidung dan mulut, Menjaga jarak serta hindari kerumunan, dan rutin Mencuci tangan pakai sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. (OL-3)

 

 

 

BERITA TERKAIT