09 April 2021, 09:05 WIB

Bantu Puskesmas, Program Kampus Lacak Covid-19 Diluncurkan


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

PROGRAM Kampus Siaga Lacak Covid-19 diluncurkan pemerintah untuk membantu fasilitas pelayanan kesehatan dalam upaya penanggulangan Covid-19, melalui kerja sama antara kampus dan puskesmas di sekitarnya. Pelaksanaan kegiatan akan dimulai pada akhir April 2021.

"Program ini merupakan sebuah kolaborasi dari Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (KemenKes) dan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen Dikti Kemdikbud), sebagai salah satu bentuk langkah strategis dari Program Kampus Siaga," sebut Plt Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Endang Hesti dalam rilisnya.

Ia menyebutkan, penanggulangan pandemi di Indonesia berfokus pada 3M dan 3T dimana salah satu poin dari 3T adalah tracing atau pelacakan kontak bagi masyarakat yang positif Covid-19 dan masyarakat yang kontak dengan pasien positif Covid-19.

Dalam hal ini, kata Endang, kampus dapat memenuhi sumber daya manusia secara kuantitas maupun kualitas dalam upaya penanggulangan Covid-19 dengan menguatkan contact tracing yang sudah berjalan di masing-masing puskesmas. Hal ini sejalan dengan poin ‘Pengabdian’ dari Tridharma perguruan tinggi.

Ia menegaskan, pelaksanaan pelacakan kontak merupakan cara utama untuk dapat memutus rantai penularan jika dilakukan dengan optimal dan disiplin.

"Diharapkan kegiatan ini bisa terus dikuatkan dengan adanya bantuan dari relawan-relawan yang berkolaborasi bersama. Akhirnya diharapkan bahwa program ini dapat meningkatkan keberhasilan pelacakan kontak, deteksi dini terhadap kontak erat dapat dilakukan, dan pelaksanaan karantina dapat dipantau lebih baik," sebutnya dalam keterangan resmi.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi RI, Prof Aris Djunaidi menyampaikan pihaknya mendukung penuh program ini. Sebab, menurutnya, penguatan peran kampus melalui relawan mahasiswa dan sivitas akademik, serta program kolaborasi nasional menjadi penting dalam penanggulangan pandemi.

"Diharapkan pada akhirnya didapatkan penurunan angka kasus positif Covid-19 di masing-masing daerah dan mencegah penyebaran klaster keluarga dan komunitas," ujarnya.

Ke depannya, pemerintah juga akan melakukan pembekalan, persiapan, dan pengiriman/deployment dari contact tracer ke fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang telah ditentukan untuk bekerja sama dengan masing-masing kampus.

Dalam menanggapi program ini, Jenderal Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) yang mewakili pihak mahasiswa M Arif Djimbula mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada segenap Kementerian Lembaga yang terlibat, yang sudah memberikan kesempatan bagi mahasiswa di seluruh Indonesia turut ambil bagian dalam menanggulangi pandemi Covid-19. (H-2)

BERITA TERKAIT