08 April 2021, 12:21 WIB

Vaksinasi Saat Puasa, Epidemiolog Imbau Makan Bergizi Waktu Sahur


Suryani Wandari | Humaniora

MAJELIS Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa terkait vaksinasi covid-19 di bulan Ramadan tidak akan membatalkan ibadah puasa. Hal senada pun dijelaskan oleh Epidemiolog Universitas Padjadjaran Budi Sudjatmiko. Menurutnya, secara medis tidak ada perbedaan perlakuan-perlakuan vaksinasi saat bulan puasa atau di luar bulan Ramadan.

“Secara medis tidak ada pengaruh dari berpuasa terhadap vaksinasi,” kata Budi dalam keterangan resmi, Rabu (7/4).

Oleh sebab itu, tidak perlu ada persiapan khusus untuk mengikuti vaksinasi saat berpuasa Ramadan. Peserta hanya perlu istirahat cukup dan dipastikan makan yang cukup di waktu sahur.

Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat FK Unpad ini pun menjelaskan, saat sahur, peserta makan yang mampu mencukupi kebutuhan gizi di antaranya mengandung protein yang cukup, makan sayur-sayuran hingga mengandung lemak yang cukup. Peserta juga bisa menambah kandungan protein dengan mengonsumsi susu sebagai pelengkap makan sahur.

Baca juga:  Kemenkes : Vaksinasi Covid-19 Saat Ramadan Tidak Membatalkan Puasa

Sehingga gejala-gejala tertentu atau mengalami kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) divaksinasi tahap pertama bisa antisipasi dini.

“Jika peserta ada yang mengalami gejalanya agak parah pas vaksin pertama, mungkin saat vaksin kedua ini perlu dipersiapkan lagi,” ucap Budi.

Jika mengalami kondisi seperti lemas atau mengalami dehidrasi, peserta juga bisa mempertimbangkan untuk membatalkan puasa agar tidak mengalami gejala serius. Peserta wajib untuk menghubungi layanan kesehatan terdekat jika mengalami KIPI.

“Silakan menghubungi kontak dokter yang ada di surat vaksinasi,” tuturnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT