07 April 2021, 11:03 WIB

Menkes Atur Ulang Distribusi Vaksin Covid-19


Nur Azizah | Humaniora

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatur ulang laju distribusi vaksin covid-19 di Tanah Air. Distribusi vaksin akan disesuaikan dengan jumlah stok vaksin.

"Kita atur kembali karena vaksinnya yang berkurang suplainya," kata Budi dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (7/4).

Budi mengatakan laju vaksinasi covid-19 tidak secepat sebelumnya. Pasalnya, telah terjadi embargo di beberapa negara produsen vaksin.

Baca juga: Ulama MUI Pusat Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Seperti negara-negara di Eropa dan beberapa negara di Asia seperti India, Filipina, Papua Nugini. Amerika Serikat juga melakukan embargo vaksinasi lantaran terjadi lonjakan covid-19.

"Akibatnya, negara-negara yang memproduksi vaksin di lokasi tersebut mengarahkan agar produksi vaksinnya tidak boleh diekspor, hanya boleh dipakai di negara masing-masing," ujar Budi.

Hal itu mempengaruhi ratusan negara di dunia termasuk Indonesia. Sehingga jumlah vaksin yang tadinya tersedia untuk Maret dan April masing-masing 15 juta dosis atau total 30 juta dosis hanya bisa dapat 20 juta dosis.

Terkait keterbatasan suplai vaksin, lanjut Budi, prioritas penerima vaksinasi mesti diperjelas. Prioritas diatur berdasarkan risiko terpapar.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan menunjukkan dari 1,5 juta yang terpapar, 10% di antaranya kelompok lansia. Sementara dari pasien yang wafat, 50% adalah lansia.

"Oleh karena itu, dengan adanya keterbatasan vaksin pada April ini akan diarahkan untuk disuntikkan kepada lansia," ujarnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT