06 April 2021, 23:01 WIB

Ketua JPKL: Isu BPA Masuk Gedung DPR


Widhoroso | Humaniora

BADAN Pengawas Obat dan Makananan (BPOM) diharapkan memberi label pada kemasan plastik air minum yang mengandung Bisphenol A (BPA). Hal itu diperlukan agar air kemasan dalam plastik yang mengandung BPA tidak dikonsumsi bayi, balita, dan janin pada ibu hamil.

Demikian diungkapkan Ketua Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL) Roso Daras dalam keterangannya, Selasa (6/4). Menurutnya, berdasarkan hasil penelitian, kemasan plastik air minum yang mengandung BPA berbahaya bagi bayi karena dapat memengaruhi berat badan lahir, perkembangan hormonal, perilaku, serta resiko kanker di kemudian hari.

"BPA memiliki senyawa racun yang diduga berpengaruh terhadap kesehatan manusia jika digunakan secara terus menerus. Memang ada toleransi bagi usia dewasa. Tapi bagi bayi, balita, dan janin tentu tak ada toleransi. Merekalah kelompok usia rentan yang harus dilindungi," jelasnya.

Lebih jauh, Roso Daras menyebut, isu BPA saat ini sudah masuk ke Gedung DPR. Menurutnya, Komisi IX DPR sedang mengkaji bersama beberapa pakar dan berkoordinasi dengan BPOM terkait isu BPA dalam kemasan plastik air.

"DPR sedang mengkaji hal tersebut dan akan dikoordinasikan dengan pihak terkait. DPR juga akan meminta BPOM mengambil langkah cepat dan tepat terkait hal tersebut," ungkap Roso Daras.

Di sisi lain, pemerhati masalah sosial kemasyarakatan Imron Rosadi mengatakan isu ini merupakan fenomena yang telah dikhawatirkan sejak lama. Karena itu ia berharap DPR bisa melakukan pengawasan dalam konteks isu kesehatan masyarakat dan pelayanan publik. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT